BATU – Proyek kereta gantung yang sempat gencar diberitakan beberapa tahun lalu kini nol lagi. Artinya, perencanaan awal yang telah dilakukan harus diulang dari awal jika ingin melanjutkan proyek tersebut. Karena pihak-pihak yang dulu sempat bersepakat ada beberapa yang mundur.
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Jawa Timur Mohammad Yasin mengatakan, sebenarnya penetapan trase jalur KA umum (kereta gantung) sudah ditetapkan oleh Gubernur Jatim dan Wali Kota Batu pada April 2022. "Namun di Juni 2022, Kusuma Agrowisata sebagai penyedia lahan mengundurkan diri dari proyek tersebut. Akibatnya lokasi stasiun bergeser sejauh 100 meter ke lahan Perhutani," jabarnya ketika menghadiri Musrenbang Kota Batu, Selasa (26/3).
Tak hanya itu, pada Mei 2023 PT INKA yang merupakan inisiator dari proyek tersebut juga turut mengundurkan diri. Hal ini membuat progres dari pembangunan kereta gantung Kota Batu kembali ke 0. "Hal-hal tersebut yang akan menjadi PR kami ke depan dalam pembangunan infrastruktur di Kota Batu," pungkasnya.
Sementara itu menurut dia, Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Jatim) telah menyiapkan beberapa program percepatan pembangunan di Malang Raya. Total ada 7 proyek yang dikerjakan hingga beberapa tahun ke depan. Dana yang disiapkan untuk pembangunan tersebut sebanyak Rp 1,965 triliun.
Dia mengatakan, salah satu program yang telah sukses dilaksanakan adalah pembangunan Pasar Induk Kota Batu. Sementara itu, masih ada 6 proyek lain yang saat ini masih berjalan. "Proyek kedua ada pelebaran jalan sepanjang Jalan Ir. Soekarno hingga Jalan Patimura. Yang mana saat ini sedang dalam penyiapan detail engineering design (DED) dengan pembiayaan melalui inpres dana daerah atau pusat. Koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumber Brantas juga digencarkan," ucapnya.
Proyek lainnya adalah Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di regional Malang. Mencakup beberapa sumber air seperti Sumber Ngepoh, Wendit, Banyuning, Ngesong, Gemulo, dan Waduk Karangkates. "Untuk proyek ini sebenarnya sudah masuk Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum (RISPAM) Jatim di 2019. Namun sampai saat ini belum ada kepastian sumber air baku untuk SPAM regional Malang," ujarnya.
Yasin melanjutkan, untuk program lainnya ada program Dewi Cemara, program Agropolitan Bromo, Tengger, dan Semeru, serta program pengembangan minatopolitan Bromo, Tengger, dan Semeru. " Saat ini ketiganya masih dalam tahap inventarisasi perencanaan dan koordinasi pelaksanaan kegiatan di Kota Batu," katanya. (sif/lid)
Editor : Kholid Amrullah