BATU - Perayaan Pekan Suci Paskah 2024 di Gereja Paroki Gembala Baik Hati berlangsung khidmat. Dalam momen Jumat Agung kemarin (29/3) sekitar 400 jemaat dengan serius mengikuti visualisasi teatrikal untuk mengenang kisah Yesus.
Sejak pukul 08.00 para jemaat mulai berdatangan dari berbagai penjuru ada yang naik kendaraan pribadi ada juga yang jalan kaki. Proses visualisasi dimulai sejak pukul 8.15 WIB para pemeran melakukan reka ulang penyaliban Yesus. Visualisasi itu diikuti sekitar 400 orang di dalam gereja. Mereka tampak serius menikmati reka drama yang diperankan pemuda gereja.
Sutradara sekaligus perwakilan Orang Muda Katolik (OMK) Kota Batu Sarbella Adelia mengatakan, untuk visualisasi ini mereka menyiapkan latihan selama dua bulan. Dimulai Januari dengan pembentukan panitia dan latihan setiap minggunya hingga mendekati Paskah.
Dia merasa senang dan puas dengan penampilan timnya. Mereka tampak serius mendalami peran di atas Panggung mulai dari kedatangan Yesus hingga proses penyaliban. Ia menambahkan jika visualisasi itu melibatkan seluruhnya OMK sekitar 60 orang. Mereka mengambil tema tujuh sabda di kayu salib.
Dikatakannya, visualisasi pada tahun ini berbeda dengan tahun lalu, karena ada tambahan adegan sidang Pontius Pilatus dan momen Yesus didera atau dicambuk. Visualisasi itu disaksikan dengan seksama dan mendalam oleh para jemaat.
"Harapannya acara visualisasi ini, umat Katolik lebih bisa menghayati lagi bagaimana proses Yesus disalib dan kemudahan tujuh sabda yang harus digenapinya. Mereka lebih merenungkan, karena umat sering lupa atau menganggap sepele," beber Sabela.
Terpisah Romo Gereja Paroki Gembala Baik, Romo Yulius O. Carm menerangkan, dengan visualisasi Jalan Salib itu, diharapkan umat Katolik mengenang sengsara dan wafatnya Yesus. "Dalam mengenang hidup, menderita, mati dan bangkitnya Allah yang jadi manusia atau Yesus, sebenarnya inti Katolik di sini. Di dalamnya kita berdoa agar sebagai manusia tidak berbuat dosa pada kehendak Tuhan," kata dia.(pri/lid)
Editor : Kholid Amrullah