Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Umat Katolik Resapi Kisah Yesus dalam Perayaan Jumat Agung

Kholid Amrullah • Sabtu, 30 Maret 2024 | 11:16 WIB
PENYALIBAN  YESUS:  Jemaat  Katolik  di Gereja  Gembala  Baik Kota  Batu dengan  khidmat  menyaksikan  visualisasi  penyaliban  Yesus dalam  perayaan  Jumat  Agung  kemarin  (29/3).
PENYALIBAN YESUS: Jemaat Katolik di Gereja Gembala Baik Kota Batu dengan khidmat menyaksikan visualisasi penyaliban Yesus dalam perayaan Jumat Agung kemarin (29/3).

BATU - Perayaan Pekan Suci Paskah 2024 di Gereja Paroki Gembala Baik Hati berlangsung khidmat. Dalam momen Jumat Agung kemarin (29/3) sekitar 400 jemaat dengan serius mengikuti visualisasi teatrikal untuk mengenang kisah Yesus. 

Sejak pukul 08.00 para jemaat mulai berdatangan dari berbagai penjuru ada yang naik kendaraan pribadi ada juga yang jalan kaki.  Proses visualisasi dimulai sejak pukul 8.15 WIB para pemeran melakukan reka ulang penyaliban Yesus. Visualisasi itu diikuti sekitar 400 orang di dalam gereja. Mereka tampak serius menikmati reka drama yang diperankan pemuda gereja. 

Sutradara sekaligus perwakilan Orang Muda Katolik (OMK) Kota Batu Sarbella Adelia mengatakan, untuk visualisasi ini mereka menyiapkan latihan selama dua bulan. Dimulai  Januari dengan pembentukan panitia dan latihan setiap minggunya hingga mendekati Paskah. 

Dia merasa senang dan puas dengan penampilan timnya. Mereka tampak serius mendalami peran di atas Panggung mulai dari kedatangan Yesus hingga proses penyaliban. Ia menambahkan jika visualisasi itu melibatkan seluruhnya  OMK sekitar 60 orang. Mereka mengambil tema tujuh sabda di kayu salib.

Dikatakannya, visualisasi pada tahun ini berbeda dengan tahun lalu, karena ada tambahan adegan sidang Pontius Pilatus dan momen Yesus didera atau dicambuk. Visualisasi itu disaksikan dengan seksama dan mendalam oleh para jemaat.

"Harapannya acara visualisasi ini, umat Katolik lebih bisa menghayati lagi bagaimana proses Yesus disalib dan kemudahan tujuh sabda yang harus digenapinya. Mereka lebih merenungkan, karena umat sering lupa atau menganggap sepele," beber Sabela. 

Terpisah Romo Gereja Paroki Gembala Baik, Romo Yulius O. Carm menerangkan, dengan visualisasi Jalan Salib itu, diharapkan umat Katolik mengenang sengsara dan wafatnya Yesus. "Dalam mengenang hidup, menderita, mati dan bangkitnya Allah yang jadi manusia atau Yesus, sebenarnya inti Katolik di sini. Di dalamnya kita berdoa agar sebagai manusia tidak berbuat dosa pada kehendak Tuhan," kata dia.(pri/lid)

Editor : Kholid Amrullah
#Gereja Gembala Baik #jumat agung #kota batu #katolik #paskah