Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Dewan Kritisi RTH di Sepanjang Jalan Masuk Kota

Kholid Amrullah • Sabtu, 24 Februari 2024 | 15:00 WIB
KURANG HIJAU: Kawasan pintu masuk Kota Batu yang berbatasan dengan Dau Kabupaten Malang butuh penghijauan.
KURANG HIJAU: Kawasan pintu masuk Kota Batu yang berbatasan dengan Dau Kabupaten Malang butuh penghijauan.

BATU - Ruang terbuka hijau (RTH) di Kota Batu dinilai Dewan kurang merata, karena kebanyakan berada di pusat kota. Sedangkan di sepanjang jalan masuk Kota Batu jarang ada taman tepi jalan. Karena itu Dewan meminta perhatian Pemerintah Kota (Pemkot) Batu untuk menambah pendanaan di bidang tersebut.

Ketua DPRD Kota Batu Asmadi mengatakan, antara jalan pusat kota dan jalan masuk Kota Batu memiliki perbedaan yang mencolok. Perbedaan ini ada pada taman-taman pinggir jalan dan trotoar. "Hal itu hanya terlihat di jalanan pusat kota. Sementara jalan-jalan pinggir atau jalan masuk kota hingga saat ini belum tampak pemandangan seperti itu," ujarnya.

Padahal jika di tata dengan bagus, trotoar dan taman di area jalan masuk Kota Batu bisa digunakan wisatawan untuk berjalan kaki. Selain itu, juga bisa menambah RTH di Kota Batu. "Hal ini yang perlu kita tata ke depannya," kata Asmadi.

Di lain sisi, Asmadi melihat potensi pohon tatebuya sebagai pohon penghias tepi jalan. Seperti yang diketahui pada beberapa tahun terakhir, mekarnya bunga tatebuya selalu menjadi atensi masyarakat. Karena itu, perlu adanya penanaman ulang bagi bunga tatebuya yang telah mati di tepi jalan. "Hal ini agar kota menjadi asri, sejuk, dan memiliki pemandangan yang bagus di tepi jalan," ucapnya.

Karena Kota Batu merupakan gudangnya tanaman bunga. Selain itu, para perajin taman di Kota Wisata ini memiliki keahlian yang sangat luar biasa. "Namun sampai saat ini, kelebihan-kelebihan itu masih belum dioptimalkan," pungkasnya. (sif/lid)

Editor : Kholid Amrullah
#ketua dprd kota batu asmadi #kota batu #rth