Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Infaq yang Masuk ke Masjid "Dijual” di Kota Batu Tembus Rp 1 Miliar

Kholid Amrullah • Jumat, 26 Januari 2024 | 16:00 WIB

 

MEGAH: Masjid Darush Sholihin mampu mengumpulkan infaq hingga Rp 1 miliar lebih dengan cara membuat baliho Masjid "Dijual"
MEGAH: Masjid Darush Sholihin mampu mengumpulkan infaq hingga Rp 1 miliar lebih dengan cara membuat baliho Masjid "Dijual"

BATU - Masjid Putih Darush Sholihin di Jalan Patimura, Kelurahan Temas, Kota Batu akrab dikenal "Masjid Dijual". Tahun 2023 lalu hingga sekarang, masjid ini kembali memasang banner "Dijual Lagi" untuk menggali bantuan pembangunan fisik Pondok Tahfidz Alquran Plus Darush Sholihin. Selama tahun 2023penggalangan dana itu sudah terkumpul Rp 1 miliar.

 

Koordinator Humas dan Sosial Masjid Putih Darush Sholihin Kota Batu Parno Muttaqien menjelaskan, antusias masyarakat Kota Batu dan berbagai daerah untuk membantu pembangunan fisik Pondok Tahfidz Alquran sangat luar biasa. "Saat ini dana yang terkumpul yakni Rp 1.004.590.000 atau Rp 1 miliar. Semua ini didapatkan dari 156 orang," terangnya.

 

Sebagai informasi, berdasarkan data sekretariat Masjid Putih Darush Sholihin Kota Batu, donaturnya selain dari Kota Batu, ada dari Jakarta, Surabaya, Sidoarjo, dan paling jauh yakni Arab Saudi.

 

"Memang benar, ada orang Arab Saudi yang sedang studi ke sini. Namanya adalah Mohammad Omar Al-Juffery. Beliau menyumbang Rp 10 juta," terang Parno, kemarin (25/1).

 

Selain dalam bentuk uang tunai, Parno mengaku, ada yang memberikan bantuan material pembangunan hingga tuntas. Yaitu, warga asal Pacitan bernama Anas Sholihin telah memberikan 100 truk pasir untuk pembangunan pondok. Sehingga, pihak Masjid Putih tak pernah beli pasir. Kemudian, ada juga 75 lembar triplek untuk pengecoran.

 

"Warga asal Kota Batu H. Yusuf juga memberikan 2.000 sak semen. Lalu, H Nurudin membelikan 1.000 sak semen. Saya tidak menyangka bantuan dari hamba Allah SWT sangat luar biasa," tuturnya. Yang tidak terduga, ada orang yang kini sudah meninggal dunia tetapi sempat mewakafkan tanahnya yang nilainya Rp 600 juta. Akan tetapi, tanahnya belum terjual.

 

Pihaknya menyampaikan, bantuan ini akan digunakan untuk pembangunan fisik Pondok Tahfidz Alquran yang rencananya hanya diisi 40 anak dan semua pendidikan hingga makannya gratis. Target Pondok Tahfidz ini adalah 2 tahun untuk mencetak generasi penghafal Alquran.

 

"Saat ini pembangunan fisik pondok sudah 75-80 persen. Kurang pembuatan pintu, pemasangan lantai, dan finishing saja. Semoga dana yang terkumpul untuk pondok ini nantinya mencapai lebih dari Rp 2 miliar," harapnya. (ifa/lid).

Editor : Kholid Amrullah
#masjid dijual #kota batu #infaq