BATU, RADAR BATU - Tiga warga Temas, Kecamatan Batu terdeteksi suspek tuberkulosis (TBC) dalam skrining yang digelar di kantor kelurahan setempat kemarin (6/10). Kegiatan yang terintegrasi dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) tersebut menyasar 100 warga dari RW 3, RW 8, dan RW 11. Skrining itu menjadi bagian dari upaya menemukan kasus TBC secara aktif.
Baca Juga: Warga Gimbo Kota Batu Tagih Empat Komitmen PT Esa
Dengan begitu, warga yang terindikasi dapat segera menjalani pemeriksaan lanjutan. Selain itu, juga dalam rangka menekan risiko penularan di masyarakat. Ketua Tim Penanggulangan TBC Puskesmas Sisir dr Emie Prabawati mengatakan, pemeriksaan meliputi CKG dan rontgen bagi peserta.
“Hingga sekitar pukul 11.30, sudah ada 54 warga yang mengikuti skrining. Dari jumlah tersebut, tiga warga terdeteksi suspek TBC,” ujarnya kemarin (6/10). Warga yang terindikasi TBC akan menjalani konsultasi dan pemeriksaan lanjutan. Di antaranya dengan dokter radiologi, pemeriksaan dahak, dan tes tuberkulin untuk memastikan diagnosis.
Baca Juga: Gibran Tanggapi Putusan MK soal Ijazah SMA: Kalau Nggak Lulus, Mana Bisa Kuliah
“Jika positif TBC, akan ditangani dan diberikan obat anti tuberkulosis (OAT),” kata Emie. Pengobatan harus dijalani secara rutin sedikitnya enam bulan. Penghentian pengobatan di tengah jalan berisiko menyebabkan resistensi terhadap obat. Kondisi tersebut lebih kompleks untuk ditangani dan dapat membutuhkan pengobatan lini kedua.
Sementara itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu menargetkan penemuan 589 pasien terkonfirmasi TBC sepanjang 2026. Hingga triwulan kedua, sebanyak 190 pasien telah ditemukan dan menjalani pengobatan di fasilitas kesehatan (faskes) masing-masing.
Baca Juga: Tidak Diberangkatkan, Atlet Popda Malang Tanggung Biaya dan Lepas Hak Pemerintah
Untuk mempercepat penemuan kasus, pemerintah akan menggelar CKG plus TBC di 42 lokasi hingga akhir tahun. Pelaksanaan dilakukan dengan bekerja sama dengan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karsa Husada dan Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA).
Lokasi skrining ditentukan berdasarkan kantong kasus TBC di Kota Batu. Skrining juga menyasar warga yang memiliki kontak langsung dengan penderita serta wilayah yang belum pernah ditemukan kasus TBC. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan potensi kasus yang belum terdeteksi dapat segera ditemukan.
Editor : Fajar Andre Setiawan