Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pemkot Batu Perkuat Deteksi Dini Gangguan Jiwa

I
Penulis: Indah Mei Yunita❯
PENANGANAN: Petugas Dinsos melakukan penjemputan terhadap ODGJ yang kambuh di wilayah Kelurahan Temas, Kecamatan Batu beberapa waktu lalu. (DINSOS KOTA BATU FOR RADAR BATU)
PENANGANAN: Petugas Dinsos melakukan penjemputan terhadap ODGJ yang kambuh di wilayah Kelurahan Temas, Kecamatan Batu beberapa waktu lalu. (DINSOS KOTA BATU FOR RADAR BATU)

Advertisement

BATU, RADAR BATU – Pemerintah Kota Batu memperkuat deteksi dini gangguan jiwa melalui skrining kesehatan mental di sejumlah lingkungan. Pemeriksaan awal dilakukan di puskesmas, posyandu, sekolah, dan tempat kerja. Langkah tersebut untuk menemukan gejala sejak awal sebelum berkembang menjadi gangguan yang lebih berat.

Plt Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu dr Ichang Sarrazin mengatakan deteksi dini menjadi bagian penting dalam penanganan kesehatan jiwa. Pemeriksaan dilakukan terhadap gejala seperti stres dan kecemasan.

“Upaya preventif yang dilakukan dengan deteksi dini berupa skrining atau pemeriksaan awal gejala stres dan kecemasan di puskesmas, posyandu, sekolah, dan tempat kerja,” ujarnya.

Selain skrining, Pemkot Batu menyediakan layanan psikologis klinis di Puskesmas Batu dan Puskesmas Sisir. Layanan tersebut dapat dimanfaatkan warga yang mengalami tekanan psikologis maupun persoalan emosional.

Ichang mengatakan layanan tersebut menjadi pintu masuk bagi warga untuk memperoleh konseling atau penanganan sesuai kebutuhan. Tujuannya mencegah gejala berkembang menjadi gangguan yang lebih berat.

Advertisement

Langkah tersebut dinilai penting karena kasus gangguan jiwa di Kota Batu masih cukup tinggi. Sepanjang Januari-Juli 2026, sebanyak 384 orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) tercatat dalam Sistem Informasi Manajemen Kesehatan Jiwa (Simkeswa) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Sebanyak 329 orang di antaranya didiagnosis skizofrenia. Selain itu, tercatat sembilan kasus psikotik akut, 17 depresi, 24 gangguan kecemasan, dan lima gangguan campuran.

Dinkes juga mendorong masyarakat tidak menunda mencari bantuan ketika muncul perubahan perilaku atau kondisi psikologis yang mengganggu aktivitas sehari-hari.

Advertisement

Artikel Terkait

Kenapa Membalas Chat Terasa Melelahkan? Ini Penjelasan di Balik Conversation Fatigue

Kenapa Membalas Chat Terasa Melelahkan? Ini Penjelasan di Balik Conversation Fatigue

Kenali fenomena conversation fatigue, alasan ilmiah kenapa membalas chat terasa melelahkan di tengah derasnya notifikasi digital.

Pasien Poli Jiwa Batu Didominasi Usia 20-40 Tahun

Pasien Poli Jiwa Batu Didominasi Usia 20-40 Tahun

Mayoritas pasien Poli Jiwa RSUD Karsa Husada Kota Batu berusia 20-40 tahun dengan gangguan kecemasan, depresi, hingga bipolar.

Kunjungan Poli Jiwa Batu Naik 52,5 Persen

Kunjungan Poli Jiwa Batu Naik 52,5 Persen

Kunjungan pasien Poli Jiwa RSUD Karsa Husada Kota Batu naik 52,5 persen pada semester pertama 2026 seiring meningkatnya kebutuhan layanan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer