
BATU, RADAR BATU – Sebanyak 329 orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Kota Batu didiagnosis skizofrenia sepanjang Januari-Juli 2026. Jumlah tersebut mencapai 85,68 persen dari total 384 ODGJ yang tercatat dalam Sistem Informasi Manajemen Kesehatan Jiwa (Simkeswa) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Dari 329 penderita skizofrenia tersebut, 209 orang merupakan laki-laki dan 120 perempuan. Data itu menunjukkan penderita laki-laki lebih dominan dibandingkan perempuan.
Plt Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu dr Ichang Sarrazin mengatakan jumlah ODGJ tahun ini menurun dibandingkan 2025. Tahun lalu, jumlahnya tercatat lebih dari 1.000 orang.
Baca Juga: 69 Sapi di Kota Batu Terkena Penyakit LSD - Radar Batu
Namun, dominasi kasus skizofrenia tetap menjadi perhatian. Sebab, gangguan tersebut bersifat kronis dan dapat memengaruhi kemampuan seseorang menjalani aktivitas sehari-hari.
“Gangguan skizofrenia dapat mengganggu kemampuan penderitanya menjalani aktivitas sehari-hari. Hingga Juli 2026, kami mencatat ada 329 orang menderita skizofrenia,” ujarnya.
Selain skizofrenia, Dinkes Kota Batu mencatat sembilan orang mengalami psikotik akut, 17 orang depresi, 24 orang gangguan kecemasan, dan lima orang gangguan campuran.
Baca Juga: Indonesia Berangkat ke Asian Games 2026, Timnas Basket Siap Hadapi Raksasa Asia! - Radar Batu
Ichang mengatakan para penderita telah mendapatkan penanganan melalui layanan kesehatan jiwa. Salah satunya melalui poli jiwa di rumah sakit.
Penanganan dini diperlukan agar gejala dapat dikendalikan. Dengan begitu, penderita tetap memiliki kemampuan menjalankan aktivitas dan fungsi sosialnya.



