Kenali Gejala PMK pada Sapi, Jangan Terlambat

Indah Mei Yunita • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 15:30 WIB
Ilustrasi Ternak Sapi
Ilustrasi Ternak Sapi

BATU, RADAR BATU – Peternak perlu mengenali gejala penyakit mulut dan kuku (PMK) sejak dini. Demam tinggi hingga 40-41 derajat Celsius serta luka lepuh pada mulut menjadi beberapa tanda yang perlu diwaspadai.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distan-KP) Kota Batu Hendry Suseno mengatakan, luka dapat muncul pada mulut, lidah, bibir, gusi, hidung, maupun bagian lain di sekitar rongga mulut.

Nafsu makan ternak juga dapat menurun. Kondisi tersebut kemudian berdampak pada bobot tubuh dan produktivitas ternak.

PMK merupakan penyakit yang disebabkan virus. Karena itu, antibiotik tidak dapat digunakan untuk membasmi penyebab penyakit tersebut.

Baca Juga: 

Penanganan ternak terinfeksi lebih diarahkan pada penguatan kondisi tubuh dan pengendalian gejala. Pencegahan menjadi langkah penting untuk menekan penyebaran.

Peternak disarankan menjaga kebersihan kandang. Sanitasi peralatan juga perlu dilakukan secara rutin. Vaksinasi pada ternak sehat menjadi bagian dari upaya pencegahan.

Pengawasan lalu lintas ternak juga tidak boleh diabaikan. Sebab, penularan PMK dapat terjadi melalui air liur, cairan lepuh, susu, dan kotoran hewan yang terinfeksi.

Baca Juga: 

Penularan dapat berlangsung di dalam satu kandang. Mobilitas hewan dan sarana pendukungnya juga dapat membawa penyakit antarwilayah.

Di Kota Batu, kasus suspek PMK tahun ini tercatat 16 sapi. Seluruhnya dilaporkan dari Desa Punten, Kecamatan Bumiaji.

Jumlah tersebut jauh lebih rendah dibandingkan 2025. Saat itu, tercatat 90 sapi suspek PMK di tujuh desa.

Meski kasus menurun, kewaspadaan tetap diperlukan. Pengalaman peternak di Desa Gunungsari menunjukkan PMK dapat berdampak pada kesehatan sekaligus produktivitas ternak.

Editor : Fajar Andre Setiawan
ternak pmk hewan ternak peternak sapi