Kunjungan Poli Jiwa Batu Naik 52,5 Persen

Indah Mei Yunita • Dipublikasikan Senin, 7 September 2026 | 14:30 WIB
PENANGANAN: Petugas Dinsos melakukan penjemputan terhadap ODGJ yang kambuh di wilayah Kelurahan Temas, Kecamatan Batu beberapa waktu lalu. (DINSOS KOTA BATU FOR RADAR BATU)
PENANGANAN: Petugas Dinsos melakukan penjemputan terhadap ODGJ yang kambuh di wilayah Kelurahan Temas, Kecamatan Batu beberapa waktu lalu. (DINSOS KOTA BATU FOR RADAR BATU)

BATU, RADAR BATU – Kunjungan pasien ke Poli Jiwa Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karsa Husada Kota Batu naik 52,5 persen sepanjang Januari-Juni 2026. Tercatat 732 pasien mendapat penanganan, meningkat dari 480 pasien pada periode sama tahun lalu.

Kenaikan juga terlihat dari rata-rata kunjungan harian. Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa RSUD Karsa Husada dr Sisi Artayasuinda menyebut jumlah pasien kini mencapai 11-15 orang per hari. Tahun lalu, rata-rata kunjungan sekitar 10 pasien per hari.

“Kunjungan hariannya juga meningkat,” tegasnya. Sepanjang 2025, Poli Jiwa RSUD Karsa Husada menangani 1.090 pasien. Tren peningkatan pada semester pertama tahun ini menunjukkan kebutuhan terhadap layanan kesehatan jiwa semakin tinggi.

Baca juga: Jembatan Akar Jatim Park 3, Spot Foto Sejuta Umat yang Bikin Wisatawan Rela Antre - Radar Batu

Sisi mengatakan tekanan hidup menjadi salah satu faktor yang banyak ditemukan pada pasien. Gangguan yang ditangani antara lain kecemasan, depresi, bipolar, dan skizofrenia.

Namun, skizofrenia justru menjadi salah satu diagnosis yang paling sedikit ditangani di rumah sakit. Pasien dengan kondisi tersebut sebisa mungkin ditangani di fasilitas kesehatan tingkat pertama.

“Misalnya di puskesmas melalui pengobatan dan pemantauan berkelanjutan,” jelasnya. Penanganan di Poli Jiwa disesuaikan dengan jenis dan tingkat gangguan. Pasien dengan gangguan kecemasan dan depresi umumnya masih mampu membedakan kenyataan.

Baca Juga: Descendants of the Sun Akan Diadaptasi Jadi Film Indonesia, Gaet Reza Rahadian dan Dian Sastro - Radar Batu

Terapi perilaku dan terapi kognitif dapat diberikan untuk membantu pasien mengelola pikiran, emosi, dan tekanan hidup. Terapi juga dapat diperkuat dengan olahraga, aktivitas positif, komunikasi dengan orang terdekat, serta pola hidup yang teratur.

Pada kondisi lebih berat, dokter dapat memberikan terapi obat. Terutama ketika gangguan sudah memengaruhi tidur dan aktivitas sehari-hari.

Jika respons terapi belum memadai, tindakan Transcranial Magnetic Stimulation (TMS) dapat menjadi pilihan sesuai indikasi medis.

Baca Juga: 23 Hari Lagi Menuju Konser Pita Kita, Bundling Couple Ticket Kembali Dijual Dengan Stok Terbatas - Radar Batu

Sementara itu, pasien dengan gangguan psikotik seperti skizofrenia juga membutuhkan dukungan keluarga. Kepatuhan minum obat dan kondisi lingkungan menjadi bagian penting dalam proses pengobatan. 

Ketua Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Batu Dewi Kartika mengatakan layanan kesehatan jiwa telah tersedia bagi masyarakat. Pembiayaan juga dapat menggunakan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan sesuai ketentuan.

Warga dapat memulai pemeriksaan di puskesmas sebelum mendapat rujukan ke rumah sakit jika diperlukan.

Baca Juga: Jembatan Akar Jatim Park 3, Spot Foto Sejuta Umat yang Bikin Wisatawan Rela Antre - Radar Batu

“Menurut kami, peran pemerintah sudah mencukupi. Tinggal digencarkan lagi sosialisasi kepada masyarakat untuk penanganan,” ujarnya.

Dewi mengingatkan masyarakat tidak menunggu kondisi penderita memburuk untuk mencari pertolongan. Perubahan perilaku, menarik diri dari lingkungan, gangguan tidur, hingga halusinasi perlu menjadi perhatian.

Lonjakan kunjungan Poli Jiwa RSUD Karsa Husada menjadi gambaran meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan mental di Kota Batu. 

Editor : Fajar Andre Setiawan
Poli Jiwa kesehatan mental rsud mental kesehatan