Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kunjungan Poli Jiwa Naik 52,5 Persen. 732 Pasien Ditangani hingga Juni 2026

I
Penulis: Indah Mei Yunita❯
PENANGANAN: Petugas Dinsos melakukan penjemputan terhadap ODGJ yang kambuh di wilayah Kelurahan Temas, Kecamatan Batu beberapa waktu lalu. (DINSOS KOTA BATU FOR RADAR BATU)
PENANGANAN: Petugas Dinsos melakukan penjemputan terhadap ODGJ yang kambuh di wilayah Kelurahan Temas, Kecamatan Batu beberapa waktu lalu. (DINSOS KOTA BATU FOR RADAR BATU)

Advertisement

BATU, RADAR BATU - Kunjungan pasien ke Poli Jiwa Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karsa Husada Kota Batu melonjak 52,5 persen tahun ini. Sepanjang Januari-Juni 2026, tercatat 732 pasien mendapat penanganan. Jumlah itu naik dari 480 pasien pada periode yang sama 2025. Mayoritas pasien berusia 20-40 tahun. Sedangkan, pasien remaja kurang dari 1 persen.

Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa RSUD Karsa Husada dr Sisi Artayasuinda mengatakan kenaikan kunjungan juga terlihat dari rata-rata pasien harian. Pada 2025, rata-rata kunjungan sekitar 10 orang per hari. Tahun ini meningkat menjadi 11-15 pasien per hari. “Kunjungan hariannya juga meningkat,” tegasnya.

Sepanjang 2025, poli jiwa rumah sakit tersebut menangani 1.090 pasien. Tren peningkatan pada semester pertama 2026 menunjukkan kebutuhan layanan kesehatan jiwa semakin tinggi. Sisi menyebut tekanan hidup menjadi salah satu faktor yang banyak ditemukan pada pasien. Gangguan yang ditangani antara lain gangguan kecemasan, depresi, bipolar, dan skizofrenia.

Namun, skizofrenia justru menjadi salah satu diagnosis yang paling sedikit ditangani di rumah sakit. Pasien dengan kondisi tersebut sebisa mungkin ditangani di fasilitas kesehatan tingkat pertama. Misalnya, di puskesmas melalui pengobatan dan pemantauan berkelanjutan. Penanganan di poli jiwa disesuaikan dengan jenis dan tingkat gangguan.

Pasien dengan gangguan kecemasan dan depresi, umumnya masih mampu membedakan kenyataan. Karena itu, terapi perilaku dan terapi kognitif dapat diberikan. Itu bertujuan untuk membantu pasien mengelola pikiran, emosi, dan tekanan hidup. Terapi juga dapat diperkuat dengan perubahan pola hidup.

Advertisement

Pasien dianjurkan berolahraga, memiliki aktivitas positif, dan membuka ruang komunikasi. Khususnya komunikasi dengan orang terdekat. Aktivitas itu penting untuk mengurangi beban psikologis. Pada kondisi yang lebih berat, dokter dapat memberikan terapi obat. Misalnya, pasien sudah mengalami gangguan tidur. Apalagi bila sudah mengganggu aktivitas harian.

Jika respons terhadap terapi belum memadai, tindakan Transcranial Magnetic Stimulation (TMS) dapat menjadi salah satu pilihan sesuai indikasi medis. Sementara pada gangguan psikotik seperti skizofrenia, penanganan juga melibatkan keluarga. Kepatuhan minum obat menjadi salah satu hal utama yang harus diawasi.

Keluarga juga diminta menghindari tekanan yang dapat memperburuk kondisi pasien. Sebab, dukungan lingkungan tidak kalah penting. Pasien dengan gangguan jiwa dapat diarahkan mengikuti aktivitas produktif sesuai kemampuannya. Di antaranya berkebun, beternak, dan kegiatan ringan lainnya.

Advertisement

Artikel Terkait

Jangan Tunggu Parah, Kenali Tanda Gangguan Jiwa

Jangan Tunggu Parah, Kenali Tanda Gangguan Jiwa

Gangguan tidur dan perubahan perilaku dapat menjadi tanda gangguan kesehatan jiwa yang perlu segera mendapat penanganan.

Pasien Poli Jiwa Batu Didominasi Usia 20-40 Tahun

Pasien Poli Jiwa Batu Didominasi Usia 20-40 Tahun

Mayoritas pasien Poli Jiwa RSUD Karsa Husada Kota Batu berusia 20-40 tahun dengan gangguan kecemasan, depresi, hingga bipolar.

Kunjungan Poli Jiwa Batu Naik 52,5 Persen

Kunjungan Poli Jiwa Batu Naik 52,5 Persen

Kunjungan pasien Poli Jiwa RSUD Karsa Husada Kota Batu naik 52,5 persen pada semester pertama 2026 seiring meningkatnya kebutuhan layanan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer