Pemkot Batu Perkuat Deteksi Dini Gangguan Jiwa

Indah Mei Yunita • Dipublikasikan Minggu, 6 September 2026 | 15:00 WIB
PENANGANAN: Petugas Dinsos melakukan penjemputan terhadap ODGJ yang kambuh di wilayah Kelurahan Temas, Kecamatan Batu beberapa waktu lalu. (DINSOS KOTA BATU FOR RADAR BATU)
PENANGANAN: Petugas Dinsos melakukan penjemputan terhadap ODGJ yang kambuh di wilayah Kelurahan Temas, Kecamatan Batu beberapa waktu lalu. (DINSOS KOTA BATU FOR RADAR BATU)

BATU, RADAR BATU – Pemerintah Kota Batu memperkuat deteksi dini gangguan jiwa melalui skrining kesehatan mental di sejumlah lingkungan. Pemeriksaan awal dilakukan di puskesmas, posyandu, sekolah, dan tempat kerja. Langkah tersebut untuk menemukan gejala sejak awal sebelum berkembang menjadi gangguan yang lebih berat.

Plt Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu dr Ichang Sarrazin mengatakan deteksi dini menjadi bagian penting dalam penanganan kesehatan jiwa. Pemeriksaan dilakukan terhadap gejala seperti stres dan kecemasan.

“Upaya preventif yang dilakukan dengan deteksi dini berupa skrining atau pemeriksaan awal gejala stres dan kecemasan di puskesmas, posyandu, sekolah, dan tempat kerja,” ujarnya.

Baca Juga: Sensus Ekonomi di Kota Batu Diperpanjang hingga 15 September - Radar Batu

Selain skrining, Pemkot Batu menyediakan layanan psikologis klinis di Puskesmas Batu dan Puskesmas Sisir. Layanan tersebut dapat dimanfaatkan warga yang mengalami tekanan psikologis maupun persoalan emosional.

Ichang mengatakan layanan tersebut menjadi pintu masuk bagi warga untuk memperoleh konseling atau penanganan sesuai kebutuhan. Tujuannya mencegah gejala berkembang menjadi gangguan yang lebih berat.

Langkah tersebut dinilai penting karena kasus gangguan jiwa di Kota Batu masih cukup tinggi. Sepanjang Januari-Juli 2026, sebanyak 384 orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) tercatat dalam Sistem Informasi Manajemen Kesehatan Jiwa (Simkeswa) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Baca Juga: BREAKING NEWS! Eks Kepala UPT Pasar Batu Agus Suyadi Resmi Tersangka Korupsi Pasar Among Tani - Radar Batu

Sebanyak 329 orang di antaranya didiagnosis skizofrenia. Selain itu, tercatat sembilan kasus psikotik akut, 17 depresi, 24 gangguan kecemasan, dan lima gangguan campuran.

Dinkes juga mendorong masyarakat tidak menunda mencari bantuan ketika muncul perubahan perilaku atau kondisi psikologis yang mengganggu aktivitas sehari-hari.

Stigma terhadap gangguan jiwa masih menjadi salah satu tantangan. Karena itu, edukasi kepada masyarakat terus dilakukan agar penderita tidak dipandang secara negatif.

Baca Juga: Sensus Ekonomi di Kota Batu Diperpanjang hingga 15 September - Radar Batu

Penanganan kesehatan jiwa juga membutuhkan dukungan keluarga. Lingkungan sekitar dapat membantu mengenali perubahan kondisi seseorang dan mengarahkan yang bersangkutan untuk mendapatkan pertolongan.

Penguatan layanan tersebut diharapkan membuat penanganan gangguan jiwa tidak hanya dilakukan ketika kondisi sudah berat. Semakin cepat gejala ditemukan, semakin besar peluang penderita memperoleh penanganan sesuai kebutuhannya.

Editor : Fajar Andre Setiawan
kesehatan mental dinkes pemkot batu odgj kesehatan