BATU, RADAR BATU - Hingga akhir Juli, baru 53.195 warga yang telah menjalani skrining kesehatan gratis dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu. Rendahnya capaian tersebut membuat Dinkes mengintensifkan deteksi dini penyakit tidak menular (PTM). Terutama pada kelompok usia produktif. Sebab, skiring ditarget menyasar 137 ribu warga hingga akhir 2026.
Kepala Bidang Pencegahan, Pengendalian Penyakit, dan Penanganan Bencana Dinkes Kota Batu dr Icang Sarrazin menjelaskan kelompok usia produktif menjadi sasaran utama. Sebab, jumlahnya paling besar. Sekitar 113 ribu dari total target pemeriksaan merupakan warga usia produktif. Sedangkan, sekitar 24 ribu lainnya kelompok lanjut usia.
Baca Juga: Separo Warga Miskin di Kota Batu Mulai Terkover BPJS Kesehatan
“Untuk akhir tahun, target usia produktif sekitar 113 ribu orang, sedangkan usia lanjut sekitar 24 ribu orang,” ujarnya. Icang mengaku juga memprioritaskan warga berisiko tinggi. Tahun ini, target pemeriksaan mencakup sekitar 13 ribu penderita hipertensi dan 3 ribu penderita diabetes melitus.
Menurut Icang, tantangan terbesar justru berasal dari kelompok usia produktif. Mereka kerap sulit meluangkan waktu untuk memeriksakan kesehatan. Padahal, hasil skrining menunjukkan kecenderungan peningkatan faktor risiko PTM. Salah satunya obesitas yang ditemukan pada sekitar 42 persen warga yang telah diperiksa.
Baca Juga: Dinkes Batu Fokus Cegah Stunting Sejak Kehamilan, Ibu Hamil KEK Jadi Prioritas
Untuk memperluas cakupan layanan, Dinkes mengoptimalkan 194 Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP). Sekitar 5.000 kader kesehatan juga diterjunkan. Mereka bertugas melakukan pendekatan jemput bola dengan mendatangi permukiman warga. Upaya tersebut diperkuat melalui program Aku Cerdik.
Program tersebut bertujuan membentuk kader kesehatan di lingkungan perkantoran, hotel, sekolah, hingga objek wisata. Para kader dibekali peralatan pemeriksaan sederhana untuk melakukan skrining tekanan darah dan gula darah di lingkungan kerja. (kr2/dre)
Editor : Fajar Andre Setiawan