BATU, RADAR BATU - Ketergantungan masyarakat terhadap pemberantasan nyamuk lewat pengasapan kimiawi alias fogging nyatanya justru menciptakan mutasi pertahanan baru bagi vektor penular Demam Berdarah Dengue (DBD). Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu mendorong sinergi antara Gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus dan eksploitasi ekstrak tanaman herbal sebagai alternatif menghadapai resistensi tersebut.
Kepala Bidang Pencegahan, Pengendalian Penyakit, dan Penanganan Bencana Dinkes Kota Batu dr Icang Sarrazin mengatakan praktik instan membasmi nyamuk lewat fogging tak lagi efektif. Dia menyebut fogging yang membabi buta justru membuat nyamuk makin kebal.
BACA JUGA: Produsen Tempe di Desa Beji, Kota Batu Pangkas Ukuran Ideal
Pemutusan rantai hidup vektor penyakit ini harus dikembalikan pada metode mekanis, yakni menguras, menutup, dan mendaur ulang (3M Plus). Pihaknya mengaku sejauh ini belum membentuk satuan tugas khusus penanganan DBD. Sebagai gantinya, sistem surveilans dan deteksi dini di seluruh fasilitas kesehatan diperketat.
Edukasi penanganan kini diperluas hingga merambah dimensi botani. Tanaman herbal tidak dibidik untuk membunuh nyamuk secara langsung, melainkan difungsikan sebagai repellant atau penolak alami. Beragam flora seperti serai wangi, kemangi, lavender, hingga zodia dan rosemary terbukti ampuh mengusir serangga lewat pelepasan aroma spesifik.
BCA JUGA: 1.578 Lulusan SMP di Kota Batu Terancam Gagal Masuk SMA/SMK Negeri, Daya Tampung Hanya 53 Persen
Tanaman-tanaman ini cukup ditanam di pekarangan atau diletakkan dalam pot di dekat ventilasi rumah untuk menghalau intrusi nyamuk. Selain perlindungan eksternal, tanaman obat juga dimanfaatkan untuk merakit antibodi manusia dari dalam.
Kepala Seksi Pengembangan Tanaman Obat UPT Laboratorium Herbal Materia Medika Kota Batu Sabrina Aprilisa Martha menyebut herbal bekerja penuh di ranah preventif. Misalnya, rimpang kunyit dan temulawak yang kaya akan zat curcumin menjadi pendongkrak imunitas. Sabrina mengingatkan hasil optimal ini menuntut konsumsi yang rutin, bukan instan.
BACA JUGA: Liburan ke Batu? Coba Sensasi Petik Jeruk Langsung dari Pohonnya
Intervensi botani ini dapat diolah lebih jauh sesuai kebutuhan. Untuk pemakaian luar, ekstrak minyak atsiri dari lavender dan serai wangi bisa diracik menjadi losion organik pelindung kulit. Sementara dari dalam, tanaman meniran yang sarat flavonoid dan filantin direkomendasikan sebagai antioksidan nomor satu.
Khasiat herbal ini kian sempurna jika dikombinasikan dengan jambu biji merah yang memiliki kandungan vitamin C empat kali lipat lebih besar dari jeruk. Saat ini, kepanjangan tangan medis bahkan tengah meneliti intensif ekstrak daun jambu biji merah untuk melumpuhkan virus dengue secara langsung. (Ramyzard Rafsanjani/dre)
Editor : Fajar Andre Setiawan