Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kenali Perbedaan Demam Biasa dan Demam Berdarah

A
Penulis: Aditya Novrian❯
DBD: Waspada demam tinggi berkelanjutan pada anak. (Freepik)
DBD: Waspada demam tinggi berkelanjutan pada anak. (Freepik)

RADAR MALANG – Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Penyakit ini kerap menyerang daerah tropis, termasuk Indonesia. Anak-anak dengan usia di bawah 15 tahun diketahui memiliki risiko lebih tinggi untuk terkena demam berdarah.


Advertisement

Membedakan demam biasa dan demam berdarah memang tidak mudah karena demam merupakan gejala umum berbagai penyakit. Pada demam biasa, seperti akibat flu atau infeksi ringan, suhu tubuh umumnya berada di kisaran 37-38 derajat Celsius dan dapat membaik dalam waktu 1-3 hari disertai gejala ringan seperti pilek dan batuk.

Sementara itu, penderita demam berdarah umumnya mengalami demam tinggi hingga mencapai 39 derajat Celsius yang berlangsung selama 2 hingga 7 hari. Demam ini sering muncul mendadak dan disertai gejala lain, seperti nyeri kepala, nyeri di belakang mata, menggigil, lemas, nyeri otot dan tulang, mual, muntah, serta munculnya ruam dan bintik-bintik merah pada kulit.

Perlu diwaspadai ketika penderita DBD mengalami penurunan demam secara tiba-tiba. Kondisi ini bukan berarti sembuh, melainkan bisa menjadi tanda awal sindrom syok dengue yang berpotensi mengancam jiwa.

Advertisement

Apabila seseorang mengalami demam tinggi yang tidak kunjung turun, disarankan segera berkonsultasi dengan dokter. Diagnosis DBD hanya dapat dipastikan melalui pemeriksaan laboratorium.

Jika muncul gejala berat, seperti pendarahan dari gusi atau hidung, darah pada tinja, urin, atau muntahan, serta gangguan pernapasan, pasien harus segera dibawa ke unit gawat darurat.

Hingga kini, belum ada pengobatan khusus untuk menyembuhkan DBD. Penanganan difokuskan pada perawatan suportif, seperti pemberian cairan dan obat pereda nyeri, seperti analgesik atau asetaminofen guna mencegah komplikasi lebih lanjut.

Advertisement

 

Penulis: Intan Nurlita Dewi

Advertisement
Editor : Aditya Novrian
Sumber : Halodoc, Kemenkes

Artikel Terkait

Shin Tae-yong Absen, Persija Hadapi PSMS Medan Tanpa Pelatih Kepala

Shin Tae-yong Absen, Persija Hadapi PSMS Medan Tanpa Pelatih Kepala

Shin Tae-yong Absen, Persija Hadapi PSMS Medan Tanpa Pelatih Kepala

Dinkes Kota Batu Sebut Nyamuk Makin Kebal Fogging

Dinkes Kota Batu Sebut Nyamuk Makin Kebal Fogging

Dinkes Batu dorong PSN 3M Plus dan tanaman herbal guna atasi resistensi nyamuk DBD akibat fogging, sekaligus optimalkan imunitas tubuh.

Teror DBD Mengintai Kota Batu di Balik Fenomena Bediding

Teror DBD Mengintai Kota Batu di Balik Fenomena Bediding

Harga mawar petani Gunungsari Bumiaji mandek Rp1.000/batang selama dua dekade, kalah saing dari Bandung akibat permainan harga tengkulak.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer