BATU, RADAR BATU - Tingginya angka fatalitas kanker serviks akibat keterlambatan penanganan medis mendorong Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu melakukan percepatan intervensi hulu. Aktivitas skrining massal secara berkala tahun ini membidik 1.300 perempuan usia produktif sebagai langkah taktis memburu lesi (jaringan tubuh abnormal) prakanker leher rahim.
Langkah ini digulirkan guna membongkar karakteristik kanker serviks yang kerap berjalan laten tanpa gejala pada stadium awal. Ancaman patogen ini bukan sekadar simulasi di atas kertas. Hingga pertengahan tahun ini, Dinkes mencatat sedikitnya 13 perempuan di Kota Batu tengah berjuang melawan keganasan kanker leher rahim tersebut.
BACA JUGA: Mengapa Banyak Pelajar Melewatkan Sarapan Sebelum Sekolah? Ini Penjelasannya
Grafik temuan kasus yang terus bergerak dinamis ini menjadi alarm keras untuk mempercepat deteksi dini sebelum sel abnormal bermutasi ke fase lanjut yang sulit disembuhkan.
Kabid Pencegahan, Pengendalian Penyakit, dan Penanganan Bencana Dinkes Kota Batu dr. Icang Sarrazin menyebut target 1.300 partisipan itu difokuskan melalui metode Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA). Strategi ini dinilai paling rasional, murah, dan efisien untuk memutus tren keterlambatan penanganan medis.
“Metode IVA memiliki tingkat sensitivitas 66 hingga 69 persen dengan spesifisitas mencapai 98 persen dalam mendeteksi lesi prakanker. Akurasinya sangat tinggi untuk menjaring kasus sedini mungkin,” ujar Icang.
BACA JUGA: Siswa Terlalu Keras pada Diri Sendiri, Apa Dampaknya bagi Mental?
Aksesibilitas layanan kini dipangkas agar lebih dekat dengan masyarakat bawah. Bidan di lima puskesmas se-Kota Batu telah dilatih untuk menguasai prosedur pemeriksaan ini. Warga tidak perlu lagi membuang waktu dan biaya untuk menempuh jarak jauh ke rumah sakit besar di luar kota.
Demi memaksimalkan target, Dinkes mengombinasikan layanan statis dan dinamis. Selain membuka pintu puskesmas secara gratis setiap hari bagi warga yang sadar kesehatan, strategi jemput bola massal juga rutin digelar di tingkat kecamatan. Skrining massal ini kerap diintegrasikan dengan momentum besar, seperti peringatan Hari Ibu di bulan Desember.
BACA JUGA: Seharian Liburan di Kota Batu Bisa ke Mana Aja? Ini Tempat yang Wajib Kamu Kunjungi!
Icang menjelaskan penemuan sel abnormal secara klinis pada fase awal akan melipatgandakan peluang kesembuhan pasien. Intervensi dini seperti tindakan krioterapi mampu membersihkan sel berbahaya hanya dalam hitungan minggu sekaligus mencegah komplikasi fatal.
Tidak hanya deteksi sekunder, dirinya juga memperkuat barikade hulu lewat pencegahan primer berupa pemberian vaksin Human Papillomavirus (HPV) secara gratis bagi wanita usia produktif dan siswi sekolah.
BACA JUGA: Tips Lolos Beasiswa Djarum, Catat Panduan Lengkapnya!
Hambatan finansial yang kerap membuat masyarakat takut memeriksakan diri kini dipastikan runtuh. Kepala Kantor Layanan Operasional (KLO) BPJS Kesehatan Malang Cabang Kota Batu Erra Widayati menegaskan seluruh rangkaian regulasi pelayanan terkait kanker telah diakomodasi penuh oleh Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Masyarakat yang mengantongi kepesertaan aktif dapat mengakses jaminan perlindungan ini tanpa perlu mencemaskan beban biaya. “Klaim terapi untuk penanganan kanker di-cover penuh hingga pasien dinyatakan sembuh oleh tim medis. Bahkan, untuk tes IVA di seluruh puskesmas di Kota Batu sudah disediakan secara gratis,” pungkas Erra. (ori/dre)
Editor : Fajar Andre Setiawan