BATU, RADAR BATU - Partisipasi pria dalam program keluarga berencana (KB) di Kota Batu mulai meningkat. Pemkot Batu mengusulkan penambahan kuota metode operasi pria (MOP) atau vasektomi tahun ini. Minat itu terlihat dari banyaknya warga yang mulai mencari informasi. Sejumlah pria aktif berkonsultasi kepada kader, penyuluh, hingga tenaga kesehatan.
Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan KB Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Batu Sintinche Agustina Pamungkas mengatakan kuota awal masih terbatas.
“Target awal dari provinsi hanya dua peserta. Kami usulkan tambahan dua kuota lagi,” ujarnya. Jika disetujui, total peserta MOP tahun ini menjadi empat orang. Penambahan diambil dari alokasi anggaran internal.
Baca Juga: Kejar Stunting 10 Persen, Layanan Kesehatan Didorong hingga Desa
Menurutnya, peningkatan minat dipengaruhi pemahaman masyarakat yang semakin baik. Perencanaan keluarga mulai dipandang sebagai tanggung jawab bersama, bukan hanya perempuan. “Peran pria dalam KB mulai meningkat,” katanya.
Faktor biaya juga menjadi pertimbangan. Prosedur MOP membutuhkan biaya yang tidak sedikit jika dilakukan secara mandiri. Melalui program pemerintah layanan diberikan gratis, mulai dari skrining hingga tindakan medis.
Baca Juga: Tren 'Pelari Kalcer’, Lari untuk Kesehatan atau Mengikuti Gaya Hidup?
Metode MOP merupakan kontrasepsi permanen pada pria. Prosedur dilakukan dengan memutus saluran sperma untuk mencegah kehamilan. Saat ini, calon peserta sudah masuk dalam daftar antrean. Mereka menunggu jadwal pelaksanaan dari penyuluh di wilayah masing-masing.
Namun, tidak semua pendaftar langsung diterima. Setiap calon peserta harus melalui proses skrining medis. “Tindakan tetap berdasarkan hasil pemeriksaan. Tidak semua bisa langsung dilakukan,” tandasnya. (dia/dre)
Editor : A. Nugroho