Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Penyebab Lonjakan Kasus TBC di Indonesia: Kurangnya Kesadaran hingga Kepadatan Penduduk

Aditya Novrian • Jumat, 23 Mei 2025 | 18:36 WIB

Ilustrasi. Lonjakan kasus TBC di Indonesia menjadi srotan publik. (freepik/jcomp)
Ilustrasi. Lonjakan kasus TBC di Indonesia menjadi srotan publik. (freepik/jcomp)

RADAR MALANG - Indonesia kini tercatat sebagai negara dengan kasus tuberkulosis (TBC) terbanyak kedua di dunia setelah India.

Tren kasus TBC di Tanah Air terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.

Menurut data Global Tuberculosis Report 2024 dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sepanjang tahun lalu tercatat 1.060.000 kasus TBC di Indonesia, dengan angka kematian mencapai 134 ribu jiwa.

Baca Juga: Tips Jaga Imun Tubuh di Musim Hujan di Kota Batu

Dokter spesialis paru Rumah Sakit Pelni, Erlang Samoedro, mengungkapkan bahwa salah satu penyebab utama lonjakan kasus TBC adalah rendahnya kesadaran masyarakat terhadap gejala penyakit ini.

Banyak orang yang tidak menyadari bahwa batuk lebih dari dua minggu merupakan tanda awal TBC, sehingga tidak segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan. Akibatnya, penularan penyakit menjadi sulit dikendalikan.

Selain itu, kepadatan penduduk dan kondisi lingkungan yang kurang sehat, khususnya di perkotaan, turut mempercepat penyebaran bakteri TBC.

Baca Juga: Pepaya Buah Kaya Serat dan Enzim Pencernaan yang Baik Dikonsumsi Secara Rutin

Ventilasi yang buruk, ruang sempit, serta kebersihan lingkungan yang minim membuat penularan semakin mudah terjadi.

Faktor lain yang turut berkontribusi adalah masih banyaknya kasus yang tidak ditemukan dan tidak diobati hingga tuntas.

Banyak penderita TBC yang tidak menjalani pengobatan secara lengkap, sehingga menimbulkan resistensi bakteri dan menjadi sumber penularan baru di masyarakat.

Baca Juga: Waspada Bahaya Kamar Lembab! Simak Cara Efektif Mengatasinya agar Rumah Tetap Sehat dan Nyaman

Selain itu, pandangan bahwa TBC hanya menyerang kelompok ekonomi menengah ke bawah juga keliru, karena penyakit ini dapat menyerang siapa saja tanpa memandang status sosial.

Pemerintah dan berbagai pihak terus berupaya meningkatkan deteksi dini, edukasi, serta memperbaiki sistem pelaporan dan pengobatan TBC.

Namun, tantangan masih sangat besar untuk mencapai target eliminasi TBC pada 2030.(NR)

Editor : Aditya Novrian
#faktor #kasus tbc #tbc #indonesia