Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Sering Nggak Sarapan? Hati-Hati, Ini Dampak Sepele yang Bisa Bikin Hidupmu Berantakan!

A. Nugroho • Kamis, 15 Mei 2025 | 19:05 WIB
Ilustrasi seorang wanita sedang menyantap sarapan. (freepik.com)
Ilustrasi seorang wanita sedang menyantap sarapan. (freepik.com)

BATU—Sarapan sering disebut sebagai “waktu makan paling penting dalam sehari”, namun masih banyak orang yang melewatkannya, terutama di kalangan pelajar dan pekerja.

Padahal, kebiasaan jarang sarapan memiliki dampak jangka pendek maupun jangka panjang yang kerap tidak disadari.

Melewatkan sarapan dapat memengaruhi fungsi otak dan metabolisme tubuh.

Banyak yang berpikir tidak sarapan bisa membantu diet, padahal justru berisiko membuat tubuh lemas, sulit konsentrasi, dan memicu makan berlebihan di siang hari.

Sebuah studi dari American Journal of Clinical Nutrition juga menyebutkan bahwa orang yang rutin melewatkan sarapan berisiko lebih tinggi mengalami obesitas, diabetes tipe 2, hingga gangguan jantung.

Ini disebabkan oleh ketidakseimbangan kadar gula darah akibat pola makan yang tidak teratur.

Di lingkungan sekolah, siswa yang tidak sarapan cenderung lebih sulit fokus, cepat lelah, dan mengalami penurunan prestasi akademik.

Selain fisik, dampak psikologis juga patut diperhatikan.

Jarang sarapan dapat meningkatkan rasa cemas, mudah tersinggung, bahkan memperparah gejala stres.

Selain dampak besar seperti gangguan konsentrasi, obesitas, dan risiko penyakit metabolik, ada juga dampak kecil (yang sering disepelekan) akibat jarang sarapan, di antaranya:

Bau mulut (halitosis)
Tanpa asupan makanan di pagi hari, produksi air liur bisa berkurang. Padahal, air liur membantu membersihkan mulut dari bakteri penyebab bau.

Mood swing atau suasana hati mudah berubah
Kadar gula darah yang tidak stabil karena tidak sarapan bisa membuat seseorang menjadi mudah marah, sensitif, atau murung.

Sakit kepala ringan

Nafas pendek atau sesak ringan saat beraktivitas
Beberapa orang bisa merasa ngos-ngosan atau kehabisan tenaga lebih cepat karena tubuh tidak punya cukup energi.

Dampak-dampak kecil ini sering tidak disadari sebagai akibat dari melewatkan sarapan. Padahal, jika dibiarkan terus-menerus, bisa berkontribusi pada penurunan kualitas hidup sehari-hari.

Untuk mencegah dampak tersebut, para ahli menyarankan agar masyarakat meluangkan waktu untuk sarapan, meski hanya dengan menu sederhana seperti roti gandum, telur, atau buah.

Mengingat banyaknya dampak tersembunyi, penting bagi masyarakat untuk mulai membiasakan pola makan yang sehat sejak dini. (Talita)

Editor : A. Nugroho
#hidup sehat #sarapan #dampak #sepele