Kurang darah dan darah rendah sering kali dianggap sebagai kondisi yang sama.
Namun, keduanya merupakan dua hal yang berbeda.
Dalam dunia medis, istilah kurang darah merujuk pada anemia, yaitu kondisi saat tubuh kekurangan sel darah merah.
Sel darah merah memiliki hemoglobin yang berperan dalam mengangkut oksigen ke seluruh tubuh.
Baca Juga: Dampak Buruk Mengabaikan Sarapan bagi Metabolisme Tubuh
Sementara itu, darah rendah dikenal dengan istilah hipotensi.
Kondisi ini terjadi ketika tekanan darah seseorang berada di bawah 90/60 mmHg.
Hipotensi dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti dehidrasi, efek samping obat tertentu, perdarahan, gangguan jantung, diabetes, atau masalah pada hormon tiroid.
Gejala anemia dan darah rendah memang tampak serupa, sehingga tak jarang orang kesulitan membedakannya. Keduanya memiliki ciri khas masing-masing.
Baca Juga: Lebih dari Sekadar Pelembab, 5 Manfaat Shea Butter untuk Kulit Sehat
Gejala yang biasanya muncul pada penderita anemia antara lain:
- Sakit kepala
- Tubuh terasa lemas
- Kulit terlihat pucat atau kekuningan
- Tangan dan kaki terasa dingin
- Sesak napas
- Detak jantung menjadi lebih cepat
- Nyeri dada
- Telinga berdenging
Baca Juga: Air Purifier, Humidifier, dan Dehumidifier, Ini Bedanya agar Tak Salah Pilih untuk di Rumah
Sedangkan pada penderita tekanan darah rendah, gejala yang mungkin dirasakan adalah:
- Pusing
- Pandangan kabur
- Sulit berkonsentrasi
- Tubuh terasa lemas
- Kulit pucat dan terasa dingin
- Napas pendek dan cepat
- Nadi terasa lemah dan cepat
- Pingsan
Meski gejalanya sering kali mirip, penyebab dan penanganan anemia dan hipotensi sangatlah berbeda.
Karena itu, penting untuk menjalani pemeriksaan ke dokter guna mendapatkan diagnosis yang tepat dan penanganan yang sesuai.
Editor : Aditya Novrian