Kota Batu - Sarapan sering dianggap sebagai waktu makan yang bisa dilewatkan karena alasan terburu-buru atau tidak merasa lapar di pagi hari.
Padahal, mengabaikan sarapan bisa berdampak buruk bagi metabolisme tubuh dan kesehatan secara keseluruhan. Setelah tidur semalaman, tubuh berada dalam keadaan puasa selama 8–10 jam.
Sarapan berperan sebagai sumber energi awal yang dibutuhkan tubuh untuk memulai aktivitas harian.
Tanpa asupan yang memadai di pagi hari, tubuh akan kesulitan menjalankan fungsi metabolisme secara optimal. Akibatnya, proses pembakaran kalori melambat dan kadar gula darah menjadi tidak stabil.
Baca Juga: Sarapan Nasi Empok? Berikut Rekomendasinya di Kota Batu
Anak sekolah, pekerja kantoran, hingga lansia semuanya bisa mengalami penurunan konsentrasi, mudah lelah, hingga gangguan suasana hati jika melewatkan sarapan. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini bisa meningkatkan risiko obesitas, diabetes tipe 2, serta gangguan jantung.
Ketika tubuh tidak mendapatkan energi dari makanan, ia akan memecah cadangan glukosa atau bahkan otot sebagai sumber energi alternatif.
Hal ini memicu ketidakseimbangan metabolik dan bisa memengaruhi fungsi organ. Selain itu, orang yang melewatkan sarapan cenderung makan berlebihan di siang hari karena rasa lapar yang menumpuk.
Gaya hidup perkotaan yang sibuk membuat banyak orang memilih untuk langsung beraktivitas tanpa makan pagi.
Baca Juga: Gaya Hidup Sehat Ala Anak Muda: Olahraga Ringan dan Sarapan Bergizi Jadi Tren
Padahal, menyediakan waktu 10–15 menit untuk sarapan sehat dapat mencegah berbagai dampak negatif tersebut.
Idealnya, sarapan dilakukan satu jam setelah bangun tidur, sebelum memulai aktivitas. Sarapan tidak harus berat, cukup dengan kombinasi karbohidrat kompleks, protein, dan sedikit lemak sehat seperti roti gandum, telur, atau buah-buahan.
Untuk membiasakan diri tidak melewatkan sarapan, mulailah dengan porsi kecil dan ringan, lalu tingkatkan secara bertahap.
Menyiapkan menu sejak malam sebelumnya juga dapat membantu menghemat waktu di pagi hari. Sarapan bukan hanya rutinitas, tetapi fondasi penting untuk menjaga keseimbangan metabolisme tubuh dan mendukung kesehatan jangka panjang. (afh)
Editor : Aditya Novrian