Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Ketahui Alasan Medis di Balik Pusing Saat Terkena Sinar Matahari

Aditya Novrian • Rabu, 7 Mei 2025 | 18:30 WIB

Ilustrasi Orang Sakit Kepala (sumber foto: freepik)
Ilustrasi Orang Sakit Kepala (sumber foto: freepik)

BATU - Pusing atau sakit kepala yang timbul setelah terpapar sinar matahari sering kali menjadi keluhan yang umum, terutama saat cuaca sedang terik.

Kondisi ini dikenal dalam dunia medis sebagai heat headache atau sakit kepala yang dipicu oleh panas.

Meskipun terlihat sepele, gejala ini dapat menjadi sangat mengganggu dan memengaruhi kenyamanan seseorang.

Baca Juga: Cara Menjaga Kesehatan Mata Tanpa Perlu Vitamin Tambahan

Lantas, apa yang sebenarnya menyebabkan pusing saat terpapar sinar matahari?

Berikut adalah penjelasan medis mengenai kondisi tersebut.

1. Dehidrasi yang Mengurangi Cairan Tubuh

Salah satu penyebab utama pusing akibat paparan sinar matahari adalah dehidrasi.

Ketika seseorang berada di bawah sinar matahari yang terik, tubuh akan kehilangan cairan melalui proses keringat.

Baca Juga: Pentingnya Paparan Sinar Matahari Pagi bagi Kesehatan Tubuh Menurut Para Ahli

Kehilangan cairan tubuh ini akan menurunkan volume cairan di dalam tubuh, termasuk cairan yang terdapat pada otak.

Penurunan cairan otak ini dapat menyebabkan sensasi otak menyusut dan menekan dinding tengkorak, yang pada akhirnya memicu rasa pusing atau sakit kepala.

Oleh karena itu, sangat penting untuk menjaga hidrasi tubuh, terutama saat beraktivitas di luar ruangan di bawah teriknya sinar matahari.

Baca Juga: Pemandian Air Panas Cangar Kembali Dibuka Hari Ini

2. Migrain yang Dipicu oleh Cahaya Terang

Bagi individu yang rentan terhadap migrain, paparan sinar matahari dapat memperburuk kondisi tersebut.

Sebagian besar penderita migrain mengalami peningkatan sensitivitas terhadap cahaya terang, termasuk cahaya matahari langsung.

Cahaya yang sangat terang dapat memengaruhi sistem saraf pusat, memicu reaksi di otak yang menyebabkan migrain.

Baca Juga: Pusing karena Anemia? 8 Jenis Sayuran Ini Cepat Untuk Penambah Darah

Gejala migrain yang disertai dengan pusing, mual, dan sensitivitas terhadap cahaya dikenal sebagai fotofobia, yang memperburuk ketidaknyamanan yang dirasakan penderita migrain.

Sinar matahari yang terang dapat menjadi pemicu utama serangan migrain pada individu-individu tersebut.

3. Paparan Cahaya Biru yang Memicu Migrain

Sinar matahari mengandung berbagai panjang gelombang cahaya, termasuk cahaya biru, yang memiliki energi tinggi.

Bagi sebagian penderita migrain, cahaya biru yang dipancarkan oleh matahari dapat memperburuk gejala sakit kepala.

Baca Juga: Mengatasi Sakit Kepala: Penyebab Umum dan Cara Alami Mengatasinya

Cahaya biru diketahui dapat meningkatkan ketidaknyamanan yang dirasakan oleh individu yang rentan terhadap migrain, karena cahaya ini memengaruhi sistem saraf dan pembuluh darah di otak.

Oleh karena itu, penting bagi mereka yang sering mengalami migrain untuk melindungi diri dari paparan sinar matahari yang mengandung cahaya biru berlebihan.

4. Perubahan Suhu dan Tekanan Udara yang Drastis

Perubahan suhu yang drastis, seperti saat seseorang terpapar sinar matahari langsung, dapat memengaruhi sistem saraf dan pembuluh darah.

Baca Juga: Rasakan Perbedaannya: Manfaat Detox Sosial Media bagi Kesehatan Mental

Ketika suhu tubuh meningkat akibat paparan panas, tubuh akan berusaha menyeimbangkan suhu internal dengan meningkatkan aliran darah.

Perubahan ini dapat menyebabkan pembuluh darah melebar atau menyempit, yang akhirnya dapat memicu rasa sakit kepala atau pusing.

Hal ini terjadi lebih sering pada individu yang sensitif terhadap perubahan suhu dan tekanan udara.

Baca Juga: Menu Andalan Saat Diet, Ternyata Ini Manfaat Konsumsi Dada Ayam untuk Kesehatan

5. Heat Exhaustion atau Kelelahan Panas

Paparan panas yang berlebihan dapat menyebabkan heat exhaustion atau kelelahan panas, yang merupakan kondisi medis yang ditandai dengan pusing, mual, keringat berlebih, dan lemas.

Heat exhaustion terjadi ketika tubuh tidak mampu mengatur suhu tubuh dengan baik akibat paparan panas yang terus-menerus.

Jika kondisi ini tidak segera ditangani, dapat berkembang menjadi heat stroke yang lebih berbahaya.

Oleh karena itu, penting untuk selalu memperhatikan tanda-tanda kelelahan panas, terutama setelah berada di bawah sinar matahari dalam waktu lama. (Tiwi)

Editor : Aditya Novrian
#pusing #sinar matahari #kesehatan #sakit kepala #medis