Kota Batu- Jerawat merupakan masalah kulit yang umum terjadi, terutama di usia remaja dan dewasa muda.
Namun, kebiasaan memencet jerawat sembarangan bisa menimbulkan dampak yang lebih buruk bagi kesehatan kulit wajah.
Memencet jerawat secara sembarangan dapat menyebabkan peradangan lebih parah. Saat jerawat dipencet tanpa teknik yang benar, bakteri dari tangan atau permukaan kulit lainnya bisa masuk ke dalam pori-pori yang terbuka, memperparah infeksi dan memperluas area jerawat.
Kebiasaan ini umumnya dilakukan oleh remaja maupun orang dewasa yang ingin menghilangkan jerawat secara cepat.
Baca Juga: Bahaya Konsumsi Makanan Tinggi Garam dan Cara Menguranginya
Tanpa konsultasi dengan ahli kulit, mereka sering kali menggunakan tangan atau alat yang tidak steril, yang justru memperbesar risiko kerusakan kulit.
Kerusakan kulit akibat memencet jerawat sering terlihat di area wajah seperti pipi, dahi, dan dagu. Selain meninggalkan bekas luka atau bopeng, kebiasaan ini juga dapat menyebabkan hiperpigmentasi atau perubahan warna kulit yang sulit dihilangkan dalam waktu singkat.
Ketika jerawat yang sering dipencet berubah menjadi infeksi bernanah atau meninggalkan bekas luka permanen, maka sudah saatnya mencari penanganan medis. Bekas yang membandel dapat bertahan hingga bertahun-tahun dan memengaruhi rasa percaya diri seseorang.
Struktur kulit terdiri dari lapisan-lapisan halus. Ketika tekanan dilakukan secara kasar, maka jaringan di bawah permukaan kulit bisa rusak, menyebabkan peradangan meluas dan memperlama proses penyembuhan.
Baca Juga: Bahaya Duduk Terlalu Lama dan Cara Mengimbanginya dengan Gerakan Ringan
Penanganan jerawat sebaiknya dilakukan secara tepat, mulai dari menjaga kebersihan wajah, menggunakan produk perawatan kulit sesuai jenis kulit, serta menghindari menyentuh wajah dengan tangan yang kotor.
Untuk kasus jerawat yang parah, konsultasi ke dokter kulit sangat disarankan agar mendapat perawatan yang sesuai.
Kebiasaan kecil seperti memencet jerawat sembarangan memang terlihat sepele, namun dampaknya bisa besar bagi kesehatan dan penampilan kulit.
Menjaga kulit tetap bersih dan sehat lebih baik daripada mengobati bekasnya. (afh)
Editor : Aditya Novrian