BATU – Di era digital saat ini, media sosial telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari.
Namun, penggunaan yang berlebihan dapat berdampak negatif pada kesehatan mental.
Detoks media sosial, atau mengurangi penggunaan platform digital secara sadar, menjadi langkah penting untuk menjaga keseimbangan emosional dan kesejahteraan psikologis.
Baca Juga: Rumah Mati Lampu, HP Lowbatt? Coba Tiga Kegiatan yang Bisa Dilakukan Ketika Mati Lampu
Berbagai penelitian terbaru menunjukkan manfaat signifikan dari detox sosial media bagi kesehatan mental.
Mengutip informasi dari Alodokter, social media detox merupakan cara efektif untuk menekan stres akibat terlalu sering terpapar informasi dan konten yang memicu perbandingan sosial.
Fenomena fear of missing out (FOMO) atau takut tertinggal dari tren juga menjadi penyebab umum meningkatnya tekanan mental.
Baca Juga: Meta Tingkatkan Peran Orang Tua dalam Menjaga Keamanan Anak di Dunia Digital
Dengan mengurangi intensitas bermain media sosial, individu bisa lebih terhubung dengan dirinya sendiri serta lebih menghargai kehidupan nyata.
Selain menyehatkan mental, detoks media sosial juga bermanfaat untuk memperbaiki kualitas tidur.
Hal ini disebabkan oleh paparan cahaya biru dari layar gawai yang bisa mengganggu produksi melatonin, hormon pengatur tidur.
Baca Juga: Jaga Kesehatan Mental: 7 Kebiasaan Kecil yang Bikin Hidup Lebih Santai
Dengan menjauhkan diri dari layar gadget terutama sebelum tidur dapat membantu tubuh lebih rileks dan tidur pun menjadi lebih nyenyak.
Selanjutnya, ketika seseorang mengurangi waktu menatap layar, mereka cenderung lebih fokus dalam membangun komunikasi tatap muka, meningkatkan empati, dan memperkuat ikatan emosional dengan orang-orang terdekat.
Baca Juga: Polusi Udara sebagai Faktor Ancaman Ganda: Dampak Pada Kesehatan Tubuh dan Mental
Beberapa langkah sederhana untuk memulai detoks media sosial antara lain menetapkan jam bebas gawai, mematikan notifikasi, hingga sementara waktu menghapus aplikasi.
Menggantikan waktu luang dengan aktivitas produktif seperti membaca buku, olahraga, atau bermeditasi juga sangat disarankan.
Pada intinya, detox media sosial bukan berarti sepenuhnya meninggalkan dunia digital, melainkan membangun batas sehat demi menjaga keseimbangan antara dunia maya dan kehidupan nyata.
Dampaknya sangat positif, mulai dari ketenangan pikiran hingga meningkatnya kualitas hidup. (Tiwi)
Editor : Aditya Novrian