RADAR BATU - Di tengah hiruk pikuk kota, air sumber pegunungan sering dianggap sebagai lambang kemurnian. Tak sedikit pendaki atau pecinta alam yang langsung meneguk air dari mata air gunung dengan keyakinan bahwa air tersebut bebas polusi. Tapi benarkah air gunung benar-benar aman untuk diminum tanpa pengolahan?
Faktanya, air sumber di pegunungan memang punya sejumlah keunggulan. Karena berada jauh dari kawasan industri dan limbah manusia, air pegunungan biasanya bebas dari bahan kimia berbahaya. Kandungan oksigennya pun lebih tinggi, membantu tubuh tetap segar saat aktivitas fisik di alam terbuka. Selain itu, aliran air yang terus bergerak membuat bakteri lebih sulit berkembang, berbeda dengan air yang tenang. Bahkan, paparan sinar ultraviolet alami dari matahari berkontribusi dalam menjaga kualitas air.
Baca Juga: Debit Air di Sumber Darmi Desa Oro-Oro Ombo Turun 10 Liter Per Detik
Namun, para ahli kesehatan mengingatkan bahwa tidak semua air sumber bisa langsung dikonsumsi begitu saja. Ada risiko tersembunyi yang tidak bisa dilihat dengan mata telanjang. Kotoran hewan, limbah manusia, hingga mikroorganisme patogen seperti Giardia atau E. coli bisa saja mencemari aliran air, terutama jika sumber air berada dekat jalur pendakian atau area perkemahan.
Air yang terlihat jernih sekalipun belum tentu steril. Banyak bakteri dan parasit yang tak kasat mata namun bisa menyebabkan gangguan pencernaan serius. Lalu, bagaimana cara aman menikmati air segar pegunungan?
Baca Juga: Ternyata Minum Terlalu Banyak Air Putih Juga Bisa Berdampak Negatif, Apa Saja?
Langkah pertama adalah memilih sumber air yang tepat. Cari mata air yang benar-benar mengalir deras dari sumber alami, dan jauhi air yang stagnan atau dekat dengan aktivitas manusia dan hewan.
Langkah kedua, lakukan pengolahan. Air harus direbus minimal lima menit untuk membunuh kuman. Jika membawa peralatan lebih canggih, bisa menggunakan filter air portabel atau tablet pemurni air yang efektif membasmi mikroorganisme berbahaya. Metode alami seperti menjemur air di bawah sinar matahari memang bisa membantu, tetapi belum tentu efektif untuk semua jenis patogen.
Tak kalah penting, pastikan wadah penampungan air bersih. Hindari menyentuh bagian dalam wadah dengan tangan kotor agar tidak terjadi kontaminasi silang.
Baca Juga: Jarang Minum Air Putih? Waspada, Ini Dampak Buruknya bagi Kesehatan!
Selain itu, selalu perhatikan kondisi air. Jika air berbau aneh, berwarna keruh, atau terasa tidak biasa, lebih baik mencari sumber lain. Waspada terhadap gejala keracunan setelah minum air juga penting sebagai langkah antisipasi.
Air sumber di gunung memang menawarkan keajaiban alam yang tak ternilai. Tapi agar perjalanan tetap sehat dan berkesan, berhati-hatilah sebelum meneguknya. Dengan langkah yang benar, menikmati kesegaran air pegunungan bisa tetap aman tanpa mengorbankan kesehatan. (my)
Editor : A. Nugroho