BATU - Ketombe adalah masalah kulit kepala yang umum terjadi dan bisa mengganggu rasa percaya diri.
Meskipun tampak sepele, ketombe bisa menandakan adanya gangguan kesehatan kulit kepala.
Dengan memahami berbagai penyebabnya, kita bisa mencegah sekaligus mengatasinya secara tepat.
Berikut empat penyebab yang kerap muncul.
1. Kulit Kepala Kering
Ketombe bisa muncul akibat kulit kepala yang terlalu kering, terutama saat cuaca dingin.
Kulit kepala terasa kaku, gatal, dan muncul serpihan putih kering.
Biasanya disebabkan oleh perubahan suhu ekstrem atau kebiasaan mencuci rambut yang tidak teratur.
Sehingga, sel-sel kulit mengelupas lebih cepat, menghasilkan sisik halus di permukaan kepala.
2. Ketombe Basah
Jenis ketombe yang satu ini muncul saat kulit kepala terlalu berminyak.
Biasanya dipicu oleh stres, pola hidup kurang sehat, atau jarang keramas.
Ketombe ini cenderung berwarna putih kekuningan karena bercampur dengan sebum dan kotoran.
Selain menimbulkan rasa gatal, kondisi ini bisa memicu iritasi, peradangan, bahkan risiko kerontokan rambut.
3. Ragi atau Jamur
Jamur Malassezia globosa hidup dari minyak alami kulit kepala.
Jamur ini mempercepat pergantian sel kulit kepala, sehingga sel-sel mati lebih cepat mengelupas.
Normalnya, proses ini memakan waktu sebulan, tapi pada penderita ketombe bisa terjadi hanya dalam 2–7 hari.
Akibatnya, serpihan ketombe muncul lebih cepat dan lebih banyak.
4. Dermatitis Seboroik
Dermatitis seboroik adalah salah satu penyebab utama ketombe.
Ditandai dengan kulit kepala yang merah, berminyak, dan bersisik kekuningan.
Tidak hanya menyerang kulit kepala, penyakit ini juga bisa muncul di alis, hidung, belakang telinga, dada, hingga selangkangan.
Utamanya, daerah yang memiliki banyak kelenjar minyak lebih rentan terkena kondisi ini.
Ketombe bukan sekadar serpihan putih biasa.
Ini bisa menjadi tanda kulit kepala sedang tidak sehat.
Dengan mengenali penyebabnya, Anda bisa memilih perawatan yang sesuai dan mencegah kondisi menjadi lebih parah. (ney)
Editor : A. Nugroho