Minyak kutus-kutus adalah minyak gosok yang terbuat dari campuran berbagai tanaman herbal.
Minyak ini diklaim dapat mengobati berbagai penyakit.
Banyak orang memilih minyak kutus kutus sebagai solusi alami untuk berbagai keluhan kesehatan.
Baca Juga: Glow-Up Alami, Empat Kandungan yang Bikin Kulit Makin Sehat
Minyak herbal ini diramu dari campuran minyak kelapa, minyak esensial, serta puluhan tanaman obat yang totalnya mencapai 69 jenis.
Kombinasi bahan alami tersebut dipercaya mampu memberikan manfaat holistik bagi tubuh, mulai dari meredakan pegal, meningkatkan daya tahan tubuh, hingga membantu relaksasi.
Berikut lima kandungan yang terdapat pada minyak kutus-kutus dan manfaatnya:
Baca Juga: Kesehatan Pencernaan: Mengatasi Masalah Perut Secara Alami
- Minyak Kelapa
Minyak kelapa mengandung asam lemak seperti asam laurat, kaprat, linoleat, dan oleat yang bersifat antibakteri, antijamur, dan antivirus.
Kandungan emoliennya yang tinggi juga membantu menjaga kelembapan dan elastisitas kulit.
- Daun Ashitaba
Jenis daun ini banyak digunakan oleh masyarakat Jepang dan Korea untuk obat herbal.
Beberapa studi, daun ashitaba diduga dapat menghambat pertumbuhan tumor, meredakan peradangan, meringankan diabetes dan hipertensi, serta mengurangi gejala maag karena memiliki efek antiradang dan antioksidan.
Baca Juga: Fakta Medis: TBC Bisa Sembuh Total Asal Disiplin, Ini Alasannya!
- Gaharu
Penelitian menemukan bahwa gaharu memiliki manfaat sebagai antialergi, antiradang, antinyeri, antikanker, dan antibakteri.
- Purwoceng
Purwoceng adalah tanaman asal Indonesia yang banyak tumbuh di dataran tinggi.
Purwoceng bermanfaat sebagai antibakteri, antijamur, dan pereda nyeri.
- Daun Neem
Daun neem memiliki sifat antibakteri, antioksidan, dan antiradang, serta bermanfaat untuk hati, saraf, penyembuhan luka, dan pencegahan kanker.
Minyak kutus-kutus jadi alternatif alami untuk menjaga kesehatan dan meredakan keluhan ringan.
Dengan kandungan alaminya, minyak kutus-kutus menjadi pilihan praktis untuk menunjang kesehatan dan meredakan berbagai keluhan tubuh. (nai)
Editor : Aditya Novrian