RADAR BATU - Air putih memang dikenal sebagai hal yang penting untuk menjaga kesehatan tubuh, namun ternyata juga memiliki dampak negatif jika terlalu banyak dikonsumsi.
Terlalu banyak minum air putih disebut sebagai overhidrasi, di mana ketika tubuh menerima cairan lebih banyak daripada yang dibutuhkan, sehingga menyebabkan ketidakseimbangan elektrolit.
Salah satu dampak utama dari overhidrasi adalah Hiponatremia.
Hiponatremia merupakan penurunan kadar natrium dalam darah.
Baca Juga: Mitos atau Fakta? Minum Air Lemon Setiap Hari Bisa Turunkan Berat Badan?
Natrium memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan cairan di dalam dan luar sel, ketika kadar natrium menurun, cairan dapat masuk dalam sel dan menyebabkan pembengkakan.
Gejala yang timbul bisa berupa mual, nuntah, sakit kepala, kram otot, hingga kejang. Dalam kasus yang parah, bahkan dapat mengancam nyawa.
Selain itu, dampak lainnya adalah terdapat masalah pada kandung kemih.
Baca Juga: Jarang Minum Air Putih? Waspada, Ini Dampak Buruknya bagi Kesehatan!
Minum air putih berlebihan dapat meningkatkan frekuensi dan keparahan gejala kandung kemih overaktif.
Sehingga menyebabkan otot kandung kemih juga bekerja ekstra dan dapat memicu distensi kandung kemih.
Dampak negatif lainnya jika terlalu banyak minum air putih adalah gangguan fungsi ginjal.
Baca Juga: 30 Menit Sehari untuk Olahraga dan Rasakan Perubahannya!
Organ ginjal punya peran yang sangat penting dalam menjaga keseimbangan cairan tubuh.
Jika seseorang minum terlalu banyak air dalam waktu singkat dapat membebani kemampuan ginjal untuk mengeluarkan kelebihan air dan memengaruhi kemampuan ginjal untuk berfungsi baik.
Ginjal yang tidak mampu membuang kelebihan cairan akan menyebabkan retensi cairan dalam tubuh, yang dapat memicu pembengkakan pada tangan, kaki, atau wajah.
Untuk mencegah hal-hal tersebut, minumlah air secukupnya, yakni dua hingga tiga liter per hari bagi orang dewasa.
Akan tetapi, kebutuhan minum air tersebut dapat saja bervariasi, tergantung aktivitas fisik, cuaca, dan kondisi kesehatan masing-masing individu. (fi)
Editor : A. Nugroho