Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Rahasia Kesehatan Otak yang Terabaikan: Sujud dalam Sholat

A. Nugroho • Jumat, 21 Maret 2025 | 00:10 WIB
Ilustrasi orang sujud dalam sholat (pch.freepik)
Ilustrasi orang sujud dalam sholat (pch.freepik)

SUJUD, salah satu gerakan inti dalam sholat, ternyata menyimpan segudang manfaat bagi kesehatan otak yang mungkin belum banyak diketahui.

Menurut buku ‘Alquran vs Sains Modern menurut Dr Zakir Naik’ karya Ramadhani dkk, sujud disebut sebagai “senam terbaik” bagi tubuh, terutama otak.

Bagaimana gerakan sederhana ini bisa memberikan dampak luar biasa bagi kesehatan otak? Mari kita telusuri lebih dalam.

Saat sujud, posisi jantung berada lebih tinggi daripada otak, memungkinkan aliran darah yang kaya oksigen dan nutrisi mengalir lebih lancar ke otak.

Hal ini sangat penting karena otak membutuhkan pasokan oksigen yang cukup untuk berfungsi optimal.

Dengan meningkatnya aliran darah, sel-sel saraf di otak mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan, sehingga meningkatkan konsentrasi, memori, dan kinerja otak secara keseluruhan.

Tidak heran, sujud sering dikaitkan dengan peningkatan daya ingat dan ketajaman mental.

Selain itu, sujud juga merangsang sistem saraf parasimpatis, yang berperan dalam menenangkan tubuh dan mengurangi stres.

Posisi sujud yang rendah dan relaks membantu menurunkan tekanan darah, sehingga otak mendapatkan aliran darah yang lebih stabil.

Menurut dr. Aisah Dahlan, pakar hipnoterapi klinis, tekanan darah tinggi dapat merusak pembuluh darah di otak dan meningkatkan risiko gangguan kognitif seperti demensia atau Alzheimer.

Dengan rutin melakukan sujud, kita bisa mencegah risiko tersebut sekaligus menjaga kesehatan otak jangka panjang.

Manfaat sujud tidak hanya terbatas pada aliran darah.

Gerakan ini juga membantu mengoptimalkan fungsi bagian-bagian otak yang jarang teraliri darah, seperti prefrontal korteks dan lobus parietal.

Prefrontal korteks, yang bertanggung jawab atas perilaku kompleks seperti perencanaan dan pengembangan kepribadian, serta lobus parietal, yang mengendalikan sensasi dan orientasi spasial, mendapatkan pasokan darah yang lebih deras saat sujud.

Hal ini tidak hanya meningkatkan fungsi kognitif tetapi juga mendukung perkembangan watak dan bakat seseorang.

Tidak hanya baik untuk otak, sujud juga bermanfaat bagi kesehatan paru-paru.

Saat sujud, diafragma tertekan, memaksa sisa udara keluar dari paru-paru dan memungkinkan kita menghirup udara segar lebih banyak.

Proses ini membantu menjaga kesehatan paru-paru dan meningkatkan kualitas pernapasan.

Dengan segala manfaatnya, sujud tidak hanya menjadi bagian dari ibadah, tetapi juga investasi kesehatan otak dan tubuh.

Jadi, mari kita manfaatkan momen sujud dalam sholat untuk tidak hanya mendekatkan diri kepada Sang Pencipta, tetapi juga menjaga kesehatan otak dan mental kita.

Siapa sangka, gerakan sederhana ini bisa menjadi kunci hidup sehat dan produktif! (sai)

Editor : A. Nugroho
#manfaat #sholat #Banyak #kesehatan #otak #sujud