Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Puasa Terganggu Karena Sariawan? Simak Penyebab dan Solusi Praktis Menangani Sariawan agar Beribadah Puasa dengan tenang

A. Nugroho • Selasa, 18 Maret 2025 | 01:20 WIB
Ilustrasi sariawan (pch.freepik)
Ilustrasi sariawan (pch.freepik)

RADAR BARU - Sariawan saat puasa seringkali menjadi masalah yang mengganggu kenyamanan.

Kondisi ini muncul akibat mulut yang kering karena tidak minum selama berjam-jam, serta naiknya asam lambung saat perut kosong.

 Selain itu, perubahan pola makan saat puasa bisa menyebabkan kekurangan nutrisi penting seperti vitamin C, B12, dan zat besi, yang berperan dalam menjaga kesehatan mulut.

Stres akibat perubahan rutinitas dan iritasi mulut, seperti menyikat gigi terlalu keras atau tidak sengaja menggigit bibir, juga bisa memicu sariawan. 

Untuk mengatasi sariawan saat puasa, ada beberapa langkah praktis yang bisa dilakukan.

Pertama, penuhi kebutuhan nutrisi dengan mengonsumsi makanan kaya vitamin C (seperti jeruk dan stroberi) dan vitamin B12 (seperti telur dan daging) saat sahur dan berbuka.

Kedua, jaga hidrasi tubuh dengan minum setidaknya 8 gelas air antara waktu berbuka dan sahur.

Ketiga, berkumur dengan air garam yang dibuat dari setengah sendok teh garam yang dilarutkan dalam segelas air hangat.

Lakukan ini 2-3 kali sehari setelah berbuka atau sebelum tidur.

Keempat, oleskan madu pada sariawan karena madu memiliki sifat antibakteri dan antiradang yang dapat mempercepat penyembuhan. Kelima, hindari makanan pedas, asam, atau terlalu panas yang bisa memperparah luka.

Keenam, jaga kebersihan mulut dengan menyikat gigi secara lembut menggunakan sikat berbulu halus dan pasta gigi mengandung fluoride.

Terakhir, gunakan mouthwash antiseptik bebas alkohol untuk membersihkan mulut dan mencegah infeksi. 

Jika sariawan tidak kunjung sembuh setelah 2 minggu atau disertai gejala lain seperti demam, segera konsultasikan ke dokter.

Dengan menjaga pola makan, kebersihan mulut, dan mencoba solusi di atas, sariawan saat puasa bisa diatasi dengan baik.

Jangan biarkan sariawan mengganggu kekhusyukan ibadah Anda. Selamat menjalankan puasa dengan nyaman dan sehat! 

Sariawan, atau dalam istilah medis disebut stomatitis aftosa, adalah luka kecil di mulut yang sering muncul di bibir, pipi, atau lidah.

Saat puasa, kondisi ini bisa lebih sering terjadi karena beberapa faktor.

Pertama, mulut yang kering akibat tidak minum selama berjam-jam membuat bakteri lebih mudah berkembang biak.

Kedua, asam lambung yang naik ke mulut saat perut kosong dapat mengiritasi jaringan lunak mulut.

Ketiga, perubahan pola makan saat puasa seringkali menyebabkan kekurangan nutrisi penting seperti vitamin C, B12, dan zat besi, yang dibutuhkan untuk menjaga kesehatan mulut.

Selain itu, stres akibat perubahan rutinitas dan iritasi mulut, seperti menyikat gigi terlalu keras atau tidak sengaja menggigit bibir, juga bisa memicu sariawan. (sai)

Editor : A. Nugroho
#kurang nutrisi #mulut kering #vitamin b12 #sariawan #air garam #madu #puasa #ramadhan #vitamin c