Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Hati-Hati! Tidak Bisa Tidur di Ruangan yang Gelap Bisa Menyebabkan Stres

A. Nugroho • Selasa, 11 Maret 2025 | 02:30 WIB

 

Ilustrasi orang tidur (pch.freepik)
Ilustrasi orang tidur (pch.freepik)

Radar Batu - Tidur merupakan kebutuhan dasar manusia yang penting untuk menjaga kesehatan fisik dan mental.

Di dalam tubuh kita, terdapat hormon bernama melatonin yang berperan penting dalam mengatur pola tidur.

Hormon ini diproduksi oleh kelenjar pineal, terutama pada malam hari, dan memberikan sinyal “ngantuk” kepada tubuh untuk beristirahat.

Namun, produksi melatonin sangat dipengaruhi oleh cahaya.

Ketika kita tidur dalam kondisi kamar yang terang, tubuh bisa mengalami kebingungan dalam menerima sinyal waktu, sehingga mengganggu proses produksi hormon ini. 

Saat malam tiba, tubuh secara alami mulai memproduksi melatonin sebagai respons terhadap kegelapan.

Namun, jika kamar tidur tetap terang, otak menerima sinyal bahwa hari masih siang, sehingga memerintahkan kelenjar pineal untuk menghentikan produksi melatonin.

Masalahnya, melatonin yang sudah diproduksi tidak bisa langsung dihentikan, menyebabkan ketidakseimbangan dalam tubuh.

Hal ini memicu peningkatan hormon kortisol, yang dikenal sebagai hormon stres. Kadar kortisol yang tinggi dapat menyebabkan stres fisiologis dan mengganggu kualitas tidur. 

Selain memengaruhi produksi melatonin, paparan cahaya saat tidur juga berdampak pada sistem kardiovaskular.

Saat tidur, tubuh memasuki fase aktivitas rendah, termasuk sistem kardiovaskular.

Paparan cahaya yang tiba-tiba dapat mengganggu fase ini, memaksa sistem kardiovaskular untuk menyesuaikan diri kembali.

Beberapa penelitian bahkan menunjukkan bahwa paparan cahaya berlebihan saat tidur dapat meningkatkan risiko gangguan kardiovaskular dalam jangka panjang. 

Bagi yang belum terbiasa tidur dalam kondisi gelap, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk membantu tubuh beradaptasi.

Pertama, cobalah mengurangi pencahayaan kamar secara bertahap.

Mulailah dengan cahaya redup, kemudian remang-remang, dan akhirnya gelap total.

Lakukan perubahan ini setiap 2-3 hari sekali agar tubuh bisa menyesuaikan diri secara perlahan.

Alternatif lain adalah menggunakan penutup mata, yang dapat membantu menghalangi cahaya tanpa perlu mematikan lampu sepenuhnya. 

Tidur dalam kondisi gelap bukan hanya tentang kenyamanan, tetapi juga tentang menjaga keseimbangan hormon dan kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Dengan memahami peran melatonin dan dampak cahaya terhadap tidur, kita dapat mengambil langkah-langkah kecil untuk meningkatkan kualitas tidur dan menjaga kesehatan jangka panjang.

Mulailah dengan menciptakan lingkungan tidur yang ideal, dan biarkan tubuh mendapatkan istirahat yang berkualitas. (sai)

Editor : A. Nugroho
#Menyala #tidur #mati #hormon #lampu #melatonin #kortisol #malam #kesehatan #stres