MINIM SINYAL: Pengendara melintas di Jalur Lingkar Selatan (JLS) wilayah Kecamatan Donomulyo.
KEPANJEN – Masih cukup banyak wilayah di Kabupaten Kabupaten Malang yang belum terjangkau jaringan internet alias blank spot.
Hal itu ikut dipengaruhi kondisi topografi Kabupaten Malang yang memiliki banyak daerah lembah dan pegunungan.
Karena itu, Pemkab Malang berencana menambah 20 titik Base Transceiver Station (BTS)
“Sebenarnya, seluruh desa kami sudah terkoneksi internet, baik nirkabel (sinyal) maupun jaringan fiber optik (FO). Namun, ada sekitar 80 desa yang desanya belum tercover secara keseluruhan,” ujar Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kabupaten Malang Ricky Meinardhy.
Terutama di daerah pesisir Malang Selatan.
Termasuk beberapa spot seperti di Pantai Ungapan, Desa Gajahrejo, Kecamatan Gedangan.
Kemudian, beberapa titik di Jalur Lingkar Selatan (JLS) pun tidak tersedia sinyal internet.
Selain itu, daerah-daerah pegunungan dan lembah di kawasan Malang Barat seperti di Kecamatan Kasembon, Ngantang, dan Pujon, serta Poncokusumo.
Ricky menyebutkan, di daerah lembah dan pegunungan, jaringan nirkabel memang tidak bisa diakses. Sebab, jaringan tersebut memanfaatkan gelombang.
“Kami akan mengupayakan pemenuhan internet tersebut secara perlahan,” kata pejabat eselon II B Pemkab Malang itu.
Salah satu solusinya, Diskominfo sudah mengajukan 20 titik BTS ke Kementerian Komunikasi dan Informasi.
Diharapkan, pengajuan tersebut dapat disetujui tahun ini.
Tower tersebut rencananya akan ditempatkan di titik-titik strategis.
Sebagai contoh di Kecamatan Poncokusumo dan kawasan Malang Selatan.
Sebab, dua kawasan tersebut sebagai titik strategis wisata di Kabupaten Malang.
Yakni Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) sebagai bagian dari Kecamatan Poncokusumo dan pantai-pantai di kawasan Malang Selatan. (yun/nay)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana