Pemkot Batu Anggarkan Rp 400 Juta untuk Pemeliharaan Pasar Induk Among Tani

Indah Mei Yunita • Dipublikasikan Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:00 WIB
PEMELIHARAAN RUTIN: Pemkot Batu mengalokasikan anggaran untuk pemeliharaan Pasar Induk Among Tani setiap tahun. (INDAH MEI YUNITA/RADAR BATU)
PEMELIHARAAN RUTIN: Pemkot Batu mengalokasikan anggaran untuk pemeliharaan Pasar Induk Among Tani setiap tahun. (INDAH MEI YUNITA/RADAR BATU)

BATU, RADAR BATU - Dana sebesar Rp 400 juta dianggarkan Pemkot Batu untuk pemeliharaan Pasar Induk Among Tani tahun ini. Anggaran itu digunakan untuk merawat fasilitas utama dan pendukung, termasuk Instalasi Pembuangan Air Limbah (IPAL), genset, bangunan, serta pompa air bersih. Pemeliharaan diperlukan agar aktivitas perdagangan di pasar berkapasitas 2.500 kios dan los tersebut tetap berjalan.

Kepala UPT Pasar Induk Among Tani Gadis Dewi Primandhasari mengatakan, pemeliharaan tahun ini difokuskan pada sejumlah fasilitas vital. Perbaikan ringan bangunan dan area kantor juga dilakukan secara berkala. Salah satu kebutuhan mendesak ialah penggantian mesin pompa air bersih yang menjadi penopang kebutuhan pedagang.

Namun, persoalan pasar tidak berhenti pada pemeliharaan fisik. Tingkat keterisian kios dan los masih sekitar 70 hingga 80 persen dari total 2.500 unit. Kondisi itu menunjukkan sebagian lapak belum kembali aktif.

Baca Juga: Mengenal Fantano, Kritikus Musik Botak yang Gemar Bikin Warganet Ribut - Radar Batu

Gadis menduga persoalan permodalan menjadi salah satu penyebabnya. Kondisi ekonomi membuat sebagian pedagang masih kesulitan membuka kembali usahanya. “Mungkin karena kendala permodalan internal yang dihadapi masing-masing pedagang. Apalagi dengan kondisi perekonomian sekarang,” katanya.

Gadis kini menyiapkan formula untuk mendorong pedagang kembali berjualan. Langkah itu dinilai penting karena kios kosong bisa menciptakan kesan pasar sepi. Itu juga berpotensi menurunkan minat pembeli. Karenanya, percepatan pengisian kios terus dimatangkan. Pemeliharaan infrastruktur saja dinilai belum cukup jika aktivitas perdagangan belum kembali penuh. 

Editor : Fajar Andre Setiawan
pasar tradisional Pasar Among Tani Pemeliharaan Pasar Los Pasar kios pasar