KDKMP Didorong Jadi Agregator Produk Warga

Rori Dinanda Bestari • Dipublikasikan Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:30 WIB
Ilustrasi Koperasi Desa Merah Putih (Pinterst)
Ilustrasi Koperasi Desa Merah Putih (Pinterst)

BATU, RADAR BATU – Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kota Batu didorong mengambil peran lebih besar sebagai agregator produk masyarakat. Koperasi tidak cukup hanya mengandalkan gerai penjualan, tetapi harus mampu mengumpulkan produksi warga dan menghubungkannya dengan pasar yang lebih luas.

Model tersebut dinilai lebih strategis karena KDKMP memiliki dukungan fasilitas, sumber daya, serta akses terhadap program pemerintah. Keunggulan tersebut seharusnya digunakan untuk memperkuat rantai pasok produk lokal.

Ketua Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kota Batu Asep Ghozi mengatakan koperasi harus berani mengambil ruang bisnis yang lebih besar dibandingkan toko kelontong. Potensi ekonomi warga dapat dikonsolidasikan agar memiliki daya tawar lebih kuat.

Baca Juga: Warung Kelingan, Rumah Makan Nusantara dengan View Sawah di Junrejo Batu - Radar Batu

“Jangan sampai keberadaan koperasi ini justru menghentikan, bahkan mematikan potensi bisnis masyarakat lokal,” tegasnya.

Asep mencontohkan potensi pertanian di Dusun Jurangkuali. Mayoritas warga di kawasan tersebut berprofesi sebagai petani sayur-mayur. Kondisi itu dapat menjadi basis usaha KDKMP dengan menjadikan koperasi sebagai agregator hasil pertanian.

Koperasi dapat mengumpulkan hasil produksi petani, menjaga kontinuitas pasokan, kemudian memasarkannya kepada pembeli dalam skala lebih besar. Dengan demikian, petani tidak harus mencari pasar secara sendiri-sendiri.

Baca Juga: Tempat Berburu Baju Thrifting Murah Berkualitas di Batu, Cocok Buat Kantong Mahasiswa - Radar Batu

“Dengan networking yang kuat, KDKMP bisa menjadi penghubung antara potensi lokal dan pasar berskala besar,” jelasnya.

Salah satu peluang kemitraan dapat dilakukan melalui KUD Batu. Produk yang dihimpun dari petani selanjutnya dapat diarahkan untuk memenuhi kebutuhan perusahaan ritel berskala besar seperti Superindo.

Selain perusahaan ritel, jaringan bisnis juga dapat diperluas dengan menggandeng kelompok tani, badan usaha milik negara (BUMN), maupun pelaku industri. Semakin luas jaringan kemitraan, semakin besar pula peluang produk masyarakat masuk ke pasar yang sebelumnya sulit dijangkau.

Baca Juga: 5 Tips dan Trik Thrifting yang Jarang Diketahui, Biar Nggak Ketipu Baju KW - Radar Batu

Asep menilai model agregator juga dapat memberikan manfaat lebih besar dibandingkan KDKMP hanya membuka toko sendiri. Koperasi tidak perlu berebut konsumen dengan warung warga, tetapi membantu menciptakan pasar baru bagi produk yang dihasilkan masyarakat.

Namun, skema tersebut membutuhkan pengelola yang memiliki kemampuan bisnis. Pengurus dan manajer KDKMP dituntut memahami kebutuhan pasar, menjaga kualitas produk, mengatur rantai pasok, serta membangun kemitraan.

Karena itu, pelatihan pengelola harus dilakukan secara berkelanjutan. Tidak hanya bagi manajer, tetapi juga staf operasional yang nantinya berhadapan langsung dengan proses bisnis.

Baca Juga: Sekali Keliling, Bapenda Kota Batu Himpun Rp 20 Juta PBB-P2 - Radar Batu

Plt Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskumperindag) Kota Batu Dian Fachroni Kurniawan mengatakan konsep usaha KDKMP memang harus disesuaikan dengan karakter masing-masing wilayah.

Koperasi juga diarahkan menyerap produk UMKM dan komoditas unggulan desa. “Konsepnya harus mengedepankan prinsip saling menghargai eksistensi masing-masing,” ujarnya. Dian menyebut sarana operasional KDKMP mulai tersedia. Sekitar separo kebutuhan peralatan utama telah terpenuhi, termasuk kendaraan pengangkut logistik dan rak display.

Baca Juga: Wisata Petik Jeruk di Batu, Alternatif Seru Selain Petik Apel dengan Harga Mulai Rp15 Ribu - Radar Batu

Namun, keberadaan fasilitas tersebut harus diikuti model bisnis yang tepat. Pemilihan produk dan pasar menjadi faktor penting agar koperasi tidak berhenti sebagai gerai tanpa aktivitas usaha yang berkelanjutan.

Karena itu, KDKMP di Kota Batu diharapkan berkembang menjadi simpul ekonomi desa. Bukan hanya tempat berjualan, tetapi menjadi penghubung antara petani, UMKM, kelompok usaha, dan pasar yang lebih besar. 

Editor : Fajar Andre Setiawan
Koperasi Desa Kopdes Koperasi Merah Putih KDKMP KDMP