Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

KDMP Dipastikan Tak Gerus Usaha Warga

R
Ilustrasi Koperasi Desa Merah Putih (Pinterst)
Ilustrasi Koperasi Desa Merah Putih (Pinterst)

Advertisement

BATU, RADAR BATU – Pemerintah Kota (Pemkot) Batu memastikan keberadaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) tidak boleh menjadi ancaman bagi usaha warga yang telah lebih dulu berkembang. Setiap koperasi diwajibkan memperhatikan eksistensi toko kelontong, warung, maupun usaha ritel lokal sebelum menentukan unit bisnis yang akan dijalankan.

Kebijakan tersebut menjadi perhatian karena KDKMP mendapatkan dukungan fasilitas dan program pemerintah yang relatif lebih besar dibandingkan pelaku usaha mikro. Jika koperasi masuk ke ceruk pasar yang sama, dikhawatirkan terjadi persaingan tidak seimbang.

Plt Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskumperindag) Kota Batu Dian Fachroni Kurniawan mengatakan konsep bisnis KDKMP harus menyesuaikan karakter ekonomi masing-masing wilayah. Koperasi tidak boleh mengambil ceruk usaha yang selama ini menjadi sumber penghasilan masyarakat.

“Konsepnya harus mengedepankan prinsip saling menghargai eksistensi masing-masing,” ujarnya. Menurut Dian, operasional KDKMP nantinya menggunakan pola kombinasi. Dari sisi penugasan pemerintah, koperasi dapat menjadi instrumen penyaluran barang pokok bersubsidi serta distribusi bantuan sosial, baik tunai maupun non-tunai.

Sedangkan unit usaha komersial harus memiliki karakter berbeda dengan usaha warga. Koperasi didorong menyerap produk UMKM dan mengembangkan komoditas unggulan desa sehingga menciptakan rantai ekonomi baru.

Advertisement

Dengan pola tersebut, KDKMP tidak sekadar menjadi toko baru di tengah permukiman. Keberadaannya diharapkan justru memperluas pasar bagi produk masyarakat sekaligus memperkuat aktivitas ekonomi lokal.

Dian mencontohkan Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji. Desa tersebut memiliki karakter sebagai kawasan wisata dengan keberadaan objek seperti Selecta. Karena itu, KDKMP setempat tidak harus memaksakan diri membuka toko kelontong yang menjual kebutuhan harian dan berhadapan langsung dengan usaha warga.

“Jenis komoditas lokal apa yang mau dikelola harus dimatangkan,” katanya. Dian mengakui pembangunan gerai dan penyediaan fasilitas belum otomatis menjamin KDKMP memiliki model bisnis yang sehat. Pemilihan komoditas, sasaran pasar, hingga pola kemitraan tetap harus diperhitungkan.

Advertisement

Artikel Terkait

KDKMP Didorong Jadi Agregator Produk Warga

KDKMP Didorong Jadi Agregator Produk Warga

KDKMP di Kota Batu didorong menjadi agregator produk warga agar hasil petani dan UMKM menembus pasar yang lebih luas.

KDKMP Wajib Petakan Potensi Ekonomi Desa

KDKMP Wajib Petakan Potensi Ekonomi Desa

Pemkot Batu meminta KDKMP memetakan potensi ekonomi desa agar unit usaha sesuai karakter wilayah dan tidak seragam.

Aset Terbatas, Skema Sewa Jadi Opsi

Aset Terbatas, Skema Sewa Jadi Opsi

Empat KDKMP di Kota Batu masih terkendala lahan. Pemkot mempertimbangkan pemanfaatan aset pemerintah hingga skema sewa.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer