BATU, RADAR BATU - Dinamika permintaan pasar dari sektor korporasi akhirnya memberikan margin keuntungan riil bagi peternak lokal Kota Batu. Harga serapan komoditas susu sapi segar di sentra perah Dusun Brau, Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji naik menjadi Rp 8 ribu per liter pada akhir Mei ini.
Kenaikan harga tersebut menjadi angin segar di tengah ancaman stagnasi ekonomi. Tren positif ini menggeser patokan harga lama yang sempat tertahan di angka Rp 7.600 per liter. Ketua Koperasi Margo Makmur Mandiri Muhammad Munir menyatakan lonjakan tarif sebesar Rp 400 per liter tersebut telah bergulir sejak dua bulan terakhir.
Insentif tambahan dari pihak Industri Pengolahan Susu (IPS) menjadi pendorong utama meroketnya harga beli di tingkat akar rumput. "Kenaikan ini murni kebijakan dari pabrik. Penambahan harga ini otomatis langsung kami teruskan agar selisihnya dinikmati lang sung oleh anggota koperasi dan para peternak," ungkap Munir.
Baca Juga: Lima Wilayah Jadi Sentra Sapi Perah, Ternak Babi Belum Dipetakan di Kota Batu
Klarifikasi ini sengaja dibeberkan untuk menepis rumor naiknya harga susu efek dari menguatnya nilai tukar dolar Amerika Serikat terhadap rupiah. Munir menegaskan fenomena tersebut murni kebetulan belaka. "Tidak ada korelasi langsung antara fluktuasi valuta asing dengan kebijakan harga beli dari IPS," tegasnya.
Bagi pertenak di Dusun Brau, selisih rupiah dari pabrik tersebut memicu efek berantai yang masif. Secara demografis, kawasan di lereng gunung ini menyimpan anomali yang menguntungkan. Nyaris 98 persen warganya menggantungkan hidup secara eksklusif sebagai peternak. Jumlah populasi sapi perah di wilayah tersebut menembus 2.500 ekor.
Baca Juga: Sapi Kurban 1,2 Ton dari Presiden Disembelih di Brau, Pemkot Batu Apresiasi Sentra Susu Lokal
Angka ini lebih dari tiga kali lipat melampaui jumlah penduduk lokal yang hanya berkisar 700 jiwa. Dominasi ternak tersebut membuat Dusun Brau mampu mencetak rata-rata produksi hingga 10.000 liter susu segar setiap harinya. Suntikan harga baru ini juga menjadi instrumen penekan untuk terus mempertahankan standardisasi kualitas susu di pasaran. (ori/dre)
Editor : A. Nugroho