Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Lapak Kurban Sepi, Pemkot Batu Bantah Daya Beli Masyarakat Melemah

Rori Dinanda Bestari • Kamis, 21 Mei 2026 | 16:00 WIB
DIJUAL: Salah seorang calon pembeli melihat-lihat puluhan kambing kurban di salah satu lapak di Jalan Sultan Agung, Kecamatan Batu kemarin (1/6).
DIJUAL: Salah seorang calon pembeli melihat-lihat puluhan kambing kurban di salah satu lapak di Jalan Sultan Agung, Kecamatan Batu kemarin (1/6).

 

BATU, RADAR BATU - Sepinya transaksi hewan kurban di Kota Batu menjelang Hari Raya Idul Adha memunculkan spekulasi adanya pelemahan daya beli masyarakat. Namun, Pemkot Batu membantah kondisi tersebut berkaitan dengan tekanan ekonomi.

Hingga pertengahan Mei 2026, penjualan kambing dan sapi kurban di sejumlah lapak strategis Kota Batu tercatat masih lesu. Padahal stok hewan kurban yang disiapkan pedagang tahun ini cukup melimpah.

Kabul, pedagang hewan kurban di Jalan Sultan Agung, mengaku penurunan transaksi tahun ini menjadi yang paling parah dibanding musim sebelumnya. Dari 200 ekor kambing yang disiapkan, baru 25 ekor yang berhasil terjual.

BACA JUGA: Dari Mitos ke Rasionalisasi, Cara Pandang Anak Muda terhadap Pamali Mulai Berubah

Sementara penjualan sapi jenis Limusin dan Brahman juga tersendat. Dari total 16 ekor sapi, baru enam ekor yang sudah dipesan pembeli. “Tahun ini paling berat. Pembeli benar-benar turun drastis,” ujarnya.

Pedagang lain, Subhan, juga mengeluhkan hal serupa. Ia mengaku penjualan kambing di lapaknya turun lebih dari separuh dibanding tahun lalu. “Tahun lalu seminggu bisa laku sampai 15 ekor. Sekarang lima ekor saja belum tentu,” katanya.

Kondisi tersebut memunculkan asumsi bahwa masyarakat mulai menahan belanja kurban akibat tekanan ekonomi dan naiknya kebutuhan hidup sehari-hari. Namun, Plt Wali Kota Batu Heli Suyanto menolak mengaitkan lesunya pasar kurban dengan penurunan daya beli masyarakat.

BACA JUGA: Dari Mitos ke Rasionalisasi, Cara Pandang Anak Muda terhadap Pamali Mulai Berubah

Menurut Heli, ibadah kurban memiliki karakteristik berbeda dibanding konsumsi harian biasa. Ia menilai keputusan membeli hewan kurban lebih dipengaruhi kesadaran religius dan pola belanja masyarakat yang berubah. “Kurban itu urusan kesadaran pribadi karena ini ibadah,” ujar Heli.

Pemkot Batu justru optimistis penjualan hewan kurban akan melonjak mendekati hari raya. Pemerintah menilai banyak masyarakat kini cenderung membeli hewan secara mendadak atau last minute untuk menghindari biaya pemeliharaan di rumah.

Fenomena itu disebut menjadi salah satu penyebab lapak pedagang terlihat sepi pada awal musim penjualan. Meski demikian, para pedagang tetap dihantui kecemasan. Jika tren penjualan tak kunjung membaik, sebagian pedagang mengaku terpaksa menjual hewan di bawah harga normal demi menyelamatkan modal usaha setelah Idul Adha nanti. (ori/dre)

Editor : Fajar Andre Setiawan
#daya beli masyarakat #hewan kurban #idul adha #pemkot batu