BATU, RADAR BATU - Dukungan permodalan dari pemerintah pusat mulai mengalir ke Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kota Batu. Di saat yang sama, pengurus masih berpacu memetakan model usaha dan memperkuat segmentasi pasar. Bantuan datang dari berbagai level, mulai dari emerintah desa membantu legalitas dan penyediaan lahan hingga pemerintah pusat dan provinsi menyokong sarana produksi dan pengembangan usaha.
Di Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji dukungan signifikan datang untuk sektor perikanan. Ketua KDMP Bulukerto Dicky Setiawan mengatakan bantuan pusat mencapai sekitar Rp580 juta dalam bentuk sarana produksi. “Ini sangat membantu, terutama untuk pengembangan budidaya,” ujarnya.
Baca Juga: Pemkot Kejar Target 1.497 Akseptor Baru Strategi Diperkuat dari Fasyankes hingga Edukasi
Tambahan dukungan juga datang dari pemerintah provinsi. Bentuknya dua unit gerai kopi berbasis sepeda listrik. Fasilitas ini diharapkan membuka peluang usaha baru sekaligus memperluas pemasaran. Meski modal mulai tersedia, tantangan belum selesai. Pemasaran menjadi persoalan utama. Produk yang dihasilkan belum sepenuhnya terserap pasar.
“Kami masih harus membangun jaringan pasar. Itu fokus utama kami saat ini,” kata Dicky. Untuk mengatasi hal tersebut, KDMP Bulukerto menyusun skema usaha berbasis potensi lokal. Anggota dikelompokkan sesuai sektor mata pencaharian. Setiap kelompok didukung dari hulu ke hilir, mulai dari input produksi hingga pemasaran.
Baca Juga: Belum Ada Gerai KDMP yang Beroperasi, Operasional Mandiri Klaim Laba Sudah Mulai Tampak
Model ini diharapkan memperkuat peran koperasi sebagai penggerak ekonomi desa. Di Kelurahan Dadaprejo, Kecamatan Junrejo arah pengembangan mulai difokuskan. Ketua KDMP setempat Rio Sarwo Wibisono menyebut pihaknya menyiapkan budidaya ikan air tawar tematik dengan kapasitas sekitar 70 ribu ekor.
“Rencananya mulai direalisasikan bulan depan,” ujarnya. Selain itu, KDMP Dadaprejo membidik peran sebagai titik distribusi pupuk subsidi. Langkah ini untuk memudahkan petani mengakses kebutuhan produksi.
Namun, tidak semua unit usaha berjalan optimal. Layanan keuangan seperti BRILink masih minim peminat. Kondisi wilayah perkotaan membuat akses perbankan sudah cukup tersedia. “Tingkat penggunaan masih rendah karena masyarakat punya banyak pilihan layanan bank,” jelas Rio.
Baca Juga: Belum Ada Gerai KDMP yang Beroperasi, Operasional Mandiri Klaim Laba Sudah Mulai Tampak
Tantangan lain adalah pendampingan dan rekrutmen anggota. Menurut Rio, sosialisasi koperasi masih perlu diperkuat agar manfaatnya dipahami masyarakat. “Pendampingan ada, tapi belum intensif. Untuk menambah anggota juga butuh proses,” ujarnya.
Rencana pengembangan terus disusun. Salah satunya membuka unit simpan pinjam sesuai regulasi perkoperasian. Secara umum, KDMP di Kota Batu menunjukkan arah pertumbuhan. Modal dan dukungan mulai tersedia. Namun, keberhasilan sangat ditentukan kemampuan memperluas pasar, memperkuat kelembagaan, dan meningkatkan partisipasi anggota.
Editor : Fajar Andre Setiawan