Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Pertumbuhan Ekonomi Ditarget 5 Persen, Sektor Pertanian Jadi Motor Penggerak Utama

Rori Dinanda Bestari • Jumat, 17 April 2026 | 16:30 WIB
BERAKTIVITAS: Para pekerja sektor pertanian di Desa Sumberbrantas kompak membersihkan rumput di sekitar tanaman kentang beberapa waktu lalu. ZANADIA MANIK FATIMAH/RADAR BATU
BERAKTIVITAS: Para pekerja sektor pertanian di Desa Sumberbrantas kompak membersihkan rumput di sekitar tanaman kentang beberapa waktu lalu. ZANADIA MANIK FATIMAH/RADAR BATU

 

BATU - Perlambatan pertumbuhan ekonomi daerah memaksa pemerintah mengubah strategi. Pemerintah Kota (Pemkot) Batu menargetkan pertumbuhan ekonomi kembali di angka 5 persen tahun ini. Pertanian bakal dijadikan fokus sektor sebagai penggerak utama. Target ini muncul setelah tren pertumbuhan ekonomi terus menurun. Pada 2024, pertumbuhan tercatat 5,04 persen. Angka itu turun menjadi 4,85 persen pada 2025.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Batu M Chori mengungkapkan, alasan pemilihan pertanian sebagai kunci utama dalam strategi pemulihan lantaran sebagian besar penduduk menggantungkan hidup pada sektor itu. Penurunan produktivitas yang signifikan tahun lalu jadi alarm keras bagi Pemkot Batu untuk segera melakukan intervensi kebijakan.

BACA JUGA Guru PAI di Kota Batu Menipis, Regenerasi Tersendat Aturan ASN

"Potensi utama kita itu di pertanian, sehingga sektor ini (pertanian) harus kita dorong kembali sebagai motor penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya. Salah satu senjata utama yang disiapkan adalah penguatan program Smart Agriculture.

Program tersebut dirancang bukan sekadar untuk meningkatkan hasil panen. Namun, juga untuk melakukan digitalisasi pada sistem pertanian agar lebih efisien dan menaikkan nilai tukar produk. Pemerintah berharap pertanian tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan.

BACA JUGA Masa Depan Pertanian Di Tengah Gejolak Alih Fungsi Lahan (18): PDRB Pertanian Susut 5 Tahun Berturut-turut

Chori juga menekankan pentingnya regenerasi petani melalui gerakan Petani Muda Berjaya. Menurutnya, keterlibatan anak muda dengan inovasi teknologi sangat diperlukan untuk memodernisasi pola tanam dan pemasaran hasil bumi.

Kehadiran petani milenial diharapkan mampu memutus tren negatif stagnasi lahan yang sempat terjadi beberapa tahun terakhir. Disinggung target pertumbuhan di masa depan, Chori optimistis dapat mengembalikan angka pertumbuhan ekonomi ke tren positif.

Meski tantangan efisiensi masih membayangi, Pemkot Batu mematok target agar pertumbuhan ekonomi sesuai dengan capaian rata-rata historis sebelumnya. "Paling tidak kembali di atas 5 persen," pungkas Mantan Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu itu.

Lebih lanjut, Wali Kota Batu Nurochman menegaskan tidak akan membiarkan tren perlambatan ini berlarut-larut. Pihaknya telah menginstruksikan seluruh jajaran OPD untuk melakukan sinkronisasi program yang berdampak langsung pada daya beli masyarakat.

Utamanya, di sektor-sektor produksi rakyat yang menjadi bantalan ekonomi daerah. Pria yang akrab disapa Cak Nur itu juga meminta perubahan pola pikir birokrasi dalam mengeksekusi kebijakan ekonomi.

Menurutnya, jadwal yang telah disusun harus menjadi acuan awal pelaksanaan, bukan sekadar batas akhir yang justru memicu penumpukan proses administrasi di akhir tahun. Tujuannya, agar manfaat dari serapan anggaran dirasakan publik secara luas.

BACA JUGA Dewan Minta Cek Rutin Kondisi Bianglala Alun-Alun Kota Wisata Batu

“Sektor pertanian, perdagangan, dan pariwisata harus berjalan dalam satu tarikan napas untuk memulihkan angka pertumbuhan ekonomi,” paparnya. Revitalisasi ekonomi juga harus menyentuh sisi infrastruktur pendukung pertanian dan pariwisata.

Termasuk memastikan aksesibilitas distribusi hasil tani tetap lancar sehingga biaya logistik dapat ditekan. Terkait strategi pemantauan, Pemkot Batu telah menyepakati komitmen baru bersama BPS.

Keduanya, sepakat melakukan evaluasi data secara berkala setiap tiga bulan. Langkah itu diambil agar OPD pengampu sektor strategis dapat melakukan koreksi kebijakan secara real-time tanpa harus menunggu evaluasi tahunan.

“Dengan pengawasan yang lebih ketat dan berkala, kita bisa melihat sektor mana yang masih tersendat dan langsung memberikan stimulus yang tepat di lapangan," tutupnya. 

Editor : Fajar Andre Setiawan
#pertumbuhan ekonomi #ekonomi daerah #perekonomian