SONGGOKERTO, RADAR BATU - Penutupan jalur ekstrem kembali diperketat demi keselamatan. Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batu memasang barrier beton permanen di Jalan Rajekwesi atau Jalur Klemuk, Kelurahan Songgokerto kemarin (14/4). Langkah ini menandai penutupan kembali jalur tersebut bagi kendaraan roda empat.
Sebelumnya, akses sempat dibuka sementara untuk mengurai kemacetan saat penanganan longsor di kawasan Payung. Seiring normalnya arus lalu lintas di jalur utama, fungsi Klemuk dikembalikan. Jalur ini hanya diperuntukkan bagi kendaraan tertentu sesuai standar keselamatan.
BACA JUGA Perusahaan di Kota Batu Wajib WFH 1 Hari per Minggu, Berlaku Sejak 6 April
Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Dishub Kota Batu Tony Hermasyah mengatakan penutupan dilakukan berdasarkan hasil koordinasi dengan kepolisian. “Status darurat di Payung sudah dicabut. Klemuk kami kembalikan sesuai fungsinya,” ujarnya.
Untuk mencegah pelanggaran, pembatas tidak lagi bersifat sementara. Barrier beton dipasang dan diperkuat dengan pengecoran semi permanen. Langkah ini diambil karena sebelumnya pembatas kerap dipindahkan oleh oknum. Dengan sistem cor, celah bagi kendaraan untuk melintas diharapkan tertutup.
BACA JUGA Realisasi PBG-SLF di Kota Batu Masih Ditopang Pengajuan Tahun Lalu
Selain mobil, perhatian juga diberikan kepada pengendara roda dua. Jalur Klemuk memiliki kontur turunan curam dan panjang. Kondisi ini dinilai berisiko, terutama bagi pengguna sepeda motor matik dengan sistem pengereman terbatas. “Kami imbau pengguna motor matik menghindari jalur ini,” tegasnya.
BACA JUGA Longsor Rusak Atap Rumah Warga Sumberbrantas Kota Batu
Selama proses pemasangan dan pengecoran berlangsung, jalur sempat ditutup total. Penutupan dilakukan untuk menjaga keselamatan pekerja dan memastikan kualitas konstruksi. Kebijakan ini menjadi penegasan bahwa aspek keselamatan lebih diutamakan dibanding fungsi jalur sebagai alternatif.
Editor : Fajar Andre Setiawan