Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Libur Lebaran Tak Mampu Angkat Ekonomi Songgoriti

Zanadia Manik Fatimah • Minggu, 12 April 2026 | 11:30 WIB
BERAKTIVITAS: Salah seorang pedagang di Pasar Wisata Songgoriti menata buah yang dijajakannya beberapa hari lalu. ZANADIA MANIK FATIMAH/RADAR BATU
BERAKTIVITAS: Salah seorang pedagang di Pasar Wisata Songgoriti menata buah yang dijajakannya beberapa hari lalu. ZANADIA MANIK FATIMAH/RADAR BATU

BATU - Libur panjang belum mampu mengangkat denyut ekonomi Pasar Wisata Songgoriti. Aktivitas perdagangan di kawasan itu justru kian merosot. Saat momen libur Lebaran lalu, hanya sekitar 20 kios yang masih bertahan beroperasi.

Angka tersebut jauh menyusut dibanding kondisi sebelumnya yang sempat mencapai sekitar 150 kios aktif. Penurunan terjadi bertahap dalam beberapa tahun terakhir. Pada Juni 2025, jumlah kios aktif masih sekitar 25 unit.

Jumlah kini kembali berkurang seiring minimnya kunjungan wisatawan dan pembeli. Salah seorang pedagang Sriani menyebut kondisi sepi sudah menjadi hal lumrah. “Ini karena libur panjang, biasanya Jumat kami tutup,” ujarnya.

Menurut dia, situasi pada hari biasa jauh lebih lengang. Hanya tiga hingga lima pedagang yang tetap membuka kios. “Termasuk saya yang hampir setiap hari buka,” katanya.

Ia menjelaskan, banyak pedagang memilih tidak berjualan karena mempertimbangkan biaya operasional. Terutama bagi pedagang yang rumahnya jauh dari lokasi pasar. “Kalau sepi dan bukan musim liburan, banyak yang tidak berangkat,” imbuhnya.

Pendapatan yang tidak menutup modal menjadi alasan utama. Selain biaya transportasi, pedagang juga harus menanggung biaya lain selama berjualan. Pedagang lain, Arlikah juga menyebut kondisi pasar belum menunjukkan tanda-tanda membaik meski libur panjang.

“Sampai sekarang belum ada yang beli,” ujarnya saat wawancara wartawan koran ini pada 3 April lalu sekitar pukul 10.33. Ia menambahkan pedagang yang bertahan umumnya menempati kios di bagian depan pasar.

Sementara, area belakang semakin ditinggalkan. Komoditas yang dijual didominasi sayur dan buah. Beberapa kios oleh-oleh khas Kota Batu masih bertahan, meski jumlahnya terbatas.

Menurut Arlikah harga yang ditawarkan relatif lebih murah karena barang diambil langsung dari petani. Meski demikian, keunggulan harga belum cukup menarik pembeli. Minimnya kunjungan membuat aktivitas pasar terus melemah.

Editor : Fajar Andre Setiawan
#ekonomi lokal #songgoriti #libur lebaran