BATU - Harga cabai rawit di Pasar Induk Among Tani tembus Rp80 ribu per kilogram kemarin (2/12). Lonjakan harga, menurut pedagang dan pengepul, dipicu gangguan pasokan. Terutama setelah wilayah penghasil cabai rawit mengalami cuaca ekstrem yang menyebabkan banyak tanaman rusak dalam dua pekan terakhir.
“Minggu lalu harga sudah naik drastis menjadi Rp60 ribu per kilogram dan hari ini (kemarin) naik lagi jadi Rp80 ribu,” kata Muthmainah, pedagang sayur di Pasar Induk Among Tani. Ia menambahkan meski harga melonjak, permintaan konsumen relatif stabil. Dia pun sengaja menahan stok agar habis pada hari yang sama.
Dari hulu, kenaikan juga terasa. Zaini, petani dan pengepul asal Kelurahan Ngaglik menyebut harga cabai rawit di tingkat petani kini sudah mencapai Rp58-61 ribu per kilogram tergantung kualitas. “Lima hari lalu harga masih Rp30 ribu per kilogram, tapi sejak akhir November meroket hampir dua kali lipat,” ujarnya.
Banyak petani memanen lebih awal karena khawatir tanaman busuk lantaran banyak terkena air. Praktik panen dini dan kerusakan tanaman menurunkan produktivitas sehingga suplai ke pasar menyusut. Para pedagang mengantisipasi kemungkinan harga masih akan naik selama cuaca belum stabil. (dia/dre)
Editor : A. Nugroho