Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Target Pajak Hotel di Kota Batu Diturunkan Rp 2,5 Miliar

Fajar Andre Setiawan • Selasa, 23 September 2025 | 16:17 WIB
MASIH SERET: Salah seorang wisatawan check in di El Hotel Kartika Wijaya beberapa waktu lalu.
MASIH SERET: Salah seorang wisatawan check in di El Hotel Kartika Wijaya beberapa waktu lalu.

BATU – Optimisme Pemerintah Kota (Pemkot) Batu untuk mengejar target pajak hotel tahun ini mulai luntur. Realisasinya yang seret membuat Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) terpaksa menurunkan target realisasi. Dari semula Rp 45,5 miliar, berkurang Rp 2,5 miliar menjadi Rp 43 miliar.

Realisasi Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PJBT) perhotelan hingga pekan lalu masih di angka Rp 30,6 miliar atau berkisar 71 persen. Seharusnya capaiannya sudah berada di angka 75 persen. Jika dibandingkan dengan realisasi pada periode yang sama tahun lalu, capaiannya anjlok 9-10 persen.

Kepala Bapenda Kota Batu Mohammad Nur Adhim menyadari seretnya realisasi pajak hotel tak lepas dari Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja dalam Pelaksanaan APBN dan APBD Tahun Anggaran 2025. “Ada pemotongan perjalanan dinas sebesar 52 persen dan Forum Group Discussion (FGD) sebesar 45 persen,” ujarnya.

Setoran pajak selama ini tidak hanya dari okupasi hotel saja. Melainkan juga dari sewa hall atau ballroom. Misalnya untuk kegiatan seminar dan FGD. Setelah kebijakan efisiensi anggaran, instansi pemerintahan nyaris tak pernah menggelar kegiatan di hotel lagi. Otomatis pendapatan hotel merosot drastis.

“Beberapa kegiatan pemerintahan biasanya juga ada yang menginap. Tentu itu sekaligus mendorong okupansi sebelum ada efisiensi,” ungkapnya.

Sementara masalah tak berhenti di situ. Lemahnya ekonomi nasional juga membuat daya beli masyarakat turun. Itulah mengapa okupansi hotel juga tak bisa diandalkan lagi. Wisatawan yang datang ke Kota Batu kini banyak yang berangkat langsung pulang alias tidak menginap.

Parahnya, angka kunjungan wisata tahun ini pun terjun bebas. Berdasarkan data Dinas Pariwisata (Disparta) sepanjang Januari–Agustus lalu, kunjungan wisata ke Kota Batu baru di angka 3,3 juta. Padahal target tahun ini sebanyak 11,5 juta kunjungan wisata.

Di tempat lain, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Batu Sujud Hariadi mengatakan segmentasi utama hotel selama ini yakni Meetings, Incentives, Conventions, and Exhibitions (MICE). Harus diakui kebanyakan sasarannya adalah pemerintahan melalui kegiatan kedinasan.

“Rata-rata MICE menyumbang 60-65 persen dari pendapatan hotel,” ujar Direktur PT Selecta itu.

Lebih lanjut, Sujud menyebut okupansi hotel 2025 ini juga tidak lebih baik dari tahun lalu. Rata-rata okupansi hanya menyentuh 50 persen. Bahkan hotel di bawah bintang lima mayoritas hanya 30-40 persen saja. Penurunannya mencapai 30 persen dari tahun lalu. (ori/dre)

Editor : A. Nugroho
#apbd #pemkot #bapenda #pajak #batu