JUNREJO - Harga jeruk siam sempat anjlok di harga Rp 7 ribu per kilogram pada 19 Agustus lalu. Namun kini harganya mulai berangsur normal di angka Rp 9 ribu per kilogram. Harga mulai stabil lantaran permintaan jeruk siam dari luar kota meningkat.
Selain itu, musim panen raya jeruk juga sudah selesai. Tinggal beberapa petani saja yang belum panen. Petani jeruk asal Desa Beji, Kecamatan Junrejo, Nuriyanto mengaku sudah panen pada awal Agustus lalu. Saat ini sisa sedikit jeruk untuk dipanen akhir September.
“Memang pada Juni-Agustus lalu waktunya panen raya sehingga harga jeruk anjlok,” ungkapnya. Saat itu harga jeruk grade A Rp 7 ribu per kilogram. Sedangkan untuk grade B dihargai Rp 8 ribu saja.
Nuriyanto mengaku nyaris tak dapat untung dari harga tersebut. Pemilik kebun jeruk seluas 2.500 meter persegi itu mengatakan perkiraan jumlah panen akhir bulan ini hanya 500 kilogram saja.
Terpisah, pedagang buah di Pasar Induk Among Tani Batu Evi Irianti mengatakan kenaikan harga jeruk terjadi sejak 5 September lalu menjelang momen Maulid Nabi Muhammad SAW. Harganya Rp 15 ribu per kilogram untuk grade A dengan sedikit campuran grade B.
Sedangkan grade B dengan campuran kualitas di bawahnya dihargai Rp 10 ribu per kilogram. “Dari tengkulak saya ambil Rp 11 ribu per kilogram untuk grade A dan Rp 7 ribu untuk grade B dan campuran,” terang Evi.
Perempuan asal Desa Beji, Kecamatan Junrejo itu menambahkan harga sebelumnya di pasaran Rp 12 ribu. Sedangkan pada saat harga murah Agustus lalu hanya Rp 9 ribu sampai Rp 10 ribu saja per kilogram. (dia/dre)
Editor : A. Nugroho