Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Kawasan GOR Ganesha Jadi Opsi Lokasi Pembangunan Mal UMKM

Fajar Andre Setiawan • Selasa, 26 Agustus 2025 | 18:13 WIB

 

DIBIDIK: Kawasan GOR Ganesha di Jalan Kartini menjadi opsi lokasi pembangunan Mal UMKM.
DIBIDIK: Kawasan GOR Ganesha di Jalan Kartini menjadi opsi lokasi pembangunan Mal UMKM.

BATU - Satu per satu janji politik Wali Kota Batu Nurochman bakal ditunaikan. Setelah merealisasikan program seribu sarjana dan smart integrated farming, kini rencana pembangunan mal Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) mulai dirumuskan. Pembangunannya diwacanakan di kawasan Gelanggang Olahraga (GOR) Ganesha. 

Kendati begitu, itu masih sebatas opsi saja. Pemerintah Kota (Pemkot) Batu akan melakukan kajian terhadap beberapa lokasi potensial lainnya. Yang jelas akan dipilih lokasi paling strategis berdasarkan tingkat mobilitas wisatawan. “Sementara ini kami masih lakukan kajian di kawasan GOR Ganesha,” ujar Nurochman, Wali Kota Batu. 

Tujuannya agar mal UMKM langsung terintegrasi dengan fasilitas gelanggang olahraga di sana. Apalagi kawasan GOR Ganesha terdapat banyak Pedagang Kaki Lima (PKL). Terutama yang di area dekat Alun-Alun Kota Wisata Batu. Dia menyebut pembangunan mal UMKM menjadi bentuk komitmen dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.

Otomatis fasilitas penunjuang kegiatan dagang akan dioptimalkan. Gagasan pendirian mal UMKM telah masuk dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Batu tahun 2025–2030. Wacana itu juga dibahas dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) pada Maret 2025 lalu. 

“Kami ingin UMKM bisa tumbuh dan terus naik kelas,” ungkapnya. Pria yang akrab disapa Cak Nur itu menyebut ada beberapa opsi yang telah disiapkan untuk merealisasikan pembangunan mal UMKM. Mulai dari pemanfaatan bedak-bedak kosong yang ada di Pasar Induk Among Tani Batu. 

“Namun, itu punya kekurangan karena lokasinya berpotensi akan terpisah-pisah,” imbuhnya. Untuk itu perlu kajian komprehensif terkait hal itu. Spesifik yang mendata pemilik bedak dan jumlah kebutuhannya. Meski begitu, opsi tersebut hanya bersifat sementara saja sembari menunggu pembangunan mal UMKM rampung dikerjakan. 

Orang nomor satu di lingkungan Pemkot Batu itu percaya kualitas produk UMKM lokal bisa bersaing. Sehingga perlu dilakukan upaya promosi secara masif. Apalagi eksistensi Batu sebagai kota wisata efektif mendatangkan kunjungan wisatawan dari dalam dan luar negeri. “Meski sudah dirumuskan tahun ini, realisasi tetap tahun depan,” pungkasnya. (ori/dre)

Editor : A. Nugroho
#umkm #rpjmd #ganesha #gor #batu