JUNREJO - Harga jeruk membuat petani di Kota Batu gigit jari. Harganya terus anjlok hingga kemarin tinggal Rp 3 ribu saja per kilogram dari petani. Itu untuk jeruk jenis 55 keprok. Untuk jenis siem harganya Rp 7 ribu per kilogram. Merosotnya harga jeruk disinyalir lantaran permintaan pasar terus menurun.
Salah seorang pengepul jeruk Eko Rudiantono mengatakan sejauh ini permintaan paling banyak dari Blitar, Ponorogo, dan sekitarnya. Namun, belakangan permintaannya juga semakin susut. Padahal saat ini jumlah panen sedang melimpah. “Bahkan, harga baby jeruk manis kini tinggal Rp 2 ribu per kilogram,” ujarnya.
Eko menyebut panen raya jeruk bakal berlangsung hingga September nanti. Selama itu pula dirinya memprediksi harga jeruk akan terus murah. Dia mengaku selama ini rutin mengambil jeruk dari petani di tiga kecamatan. "Yang paling banyak saya ambil dari Kecamatan Junrejo," imbuhnya.
Seorang petani asal Kecamatan Junrejo, Nuriyanto mengatakan potensi merugi sudah di depan mata. Mengingat biaya perawatan jeruk cukup mahal. Untuk sekali pemberian obat dengan tanah seluas 3.000 meter persegi setidaknya membutuhkan Rp 1,2 juta. Itu pun obat dengan kualitas standar bukan yang paling mahal.
“Pemberian pupuk dilakukan satu bulan satu sampai dua kali,” ucapnya. Semakin tua usia pohon biasanya makin tak membutuhkan banyak pupuk. Sedangkan, tiap kali panen biasanya bisa menghasilkan 2-3 ton. (dia/dre)
Editor : A. Nugroho