BATU - Penyaluran pupuk subsidi sudah menyentuh angka 61,88 persen hingga Juli lalu. Berdasarkan data Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distan-KP), sudah ada 599,85 ton pupuk subsidi yang tersalurkan. Sementara, target penyaluran tahun ini mencapai 968 ton. Terdiri atas urea dan NPK.
"Untuk pupuk urea alokasinya sebesar 443 ton," terang Heru Yulianto, Kepala Distan-KP. Realisasinya saat ini berada di angka 234 ton. Artinya, serapannya sudah mencapai 52,82 persen. Sedangkan, untuk pupuk NPK alokasinya sebesar 525 ton. Realisasinya berada di angka 365,85 ton. Artinya serapannya sudah menyentuh 69, 68 persen.
Pupuk NPK memang mendapatkan jatah lebih banyak. Alasannya lantaran kebutuhannya juga lebih banyak. Penyaluran pupuk subsidi di tiga kecamatan dilakukan melalui empat penyalur. Yakni CV Surya Sejahtera di Kecamatan Batu, CV Bukit Berlian dan Toko Tani Makmur di Kecamatan Bumiaji, dan Kios Nayaka Agrotama di Kecamatan Junrejo.
Terpisah, pemilik CV Surya Sejahtera Sulistiowati mengatakan ada lebih dari 500 petani yang sudah mengambil jatah pupuk subsidi. Itu dari total 937 petani yang mendapatkan jatah pupuk subsidi di Kecamatan Batu. "Angka tersebut berdasarkan jumlah komoditas, bukan benar-benar riil jumlah petani," imbuh Sulistiowati.
Ibu enam anak itu mengungkapkan pengambilan pupuk banyak dilakukan pada Musim Tanam (MT) pertama atau antara Januari-Maret lalu. Saat ini pengambilannya cenderung meningkat karena memasuki musim tanam ketiga. Sedangkan, di Toko Tani Makmur sudah ada sekitar 200 dari 300 petani yang mengambil pupuk subsidinya. (dia/dre)
Editor : A. Nugroho