Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

20 UMKM di Kampung Rejoso Kecamatan Junrejo Gulung Tikar

Fajar Andre Setiawan • Kamis, 3 Juli 2025 | 17:12 WIB
BERTAHAN: Proses produksi kerajinan cobek salah satu UMKM di Kampung Rejoso, Kecamatan Junrejo beberapa hari lalu.
BERTAHAN: Proses produksi kerajinan cobek salah satu UMKM di Kampung Rejoso, Kecamatan Junrejo beberapa hari lalu.

JUNREJO - Kondisi Kampung Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Rejoso di Kecamatan Junrejo kian memprihatinkan. Pasalnya sudah ada 20 UMKM yang gulung tikar. Itu lantaran kunjungan wisata yang terus merosot sejak pandemi Covid-19.

Kini hanya tersisa 60 UMKM yang bertahan di sana. Padahal sebelum ini jumlahnya mencapai 80 UMKM. Koordinator Kampung UMKM Rejoso, Tunik mengatakan pandemi Covid-19 menyebabkan ekonomi pelaku UMKM terpuruk.

Apalagi angka kunjungan ke kampung wisata itu terus menurun. Itulah mengapa puluhan pelaku UMKM memilih menutup usahanya. Tunik menilai itu juga akibat pendampingan Pemerintah Kota (Pemkot) Batu yang tak optimal. 

“Pelatihan hanya bersifat formalitas saja sehingga pelaku UMKM sulit berkembang. Kami butuh didampingi secara praktis, bukan hanya sebatas teori dan sosialisasi saja,” ungkapnya. Dia berharap Kampung Rejoso tidak bukan sekadar menjual produk saja. 

Melainkan menjadi destinasi wisata live in. Sehingga wisatawan dapat belajar cara pembuatan sejumlah produk yang dijual para UMKM di sana. Pengunjung juga sangat memungkinkan untuk membawa pulang hasil produksi kerajinan yang dibuat sendiri. 

Dia mengaku sedang berusaha mandiri dalam hal promosi dan pengelolaan usaha. Misalnya, dengan memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi produk barang dan jasa di Kampung UMKM Rejoso. “Dengan begitu bisa menjangkau pasar lebih luas,” imbuhnya. 

Kendati begitu, banyak UMKM yang sudah berhasil menembus pasar internasional. Namun, lagi-lagi itu juga karena hasil jerih payahnya sendiri. Seperti mengirim berbagai kerajinan ke Portugal, Belanda, hingga Jepang. 

Dia menambahkan, UMKM saat ini memiliki keterbatasan dalam pemanfaatkan teknologi. Untuk itu, kompetensi itulah yang bisa diintervensi Pemkot Batu untuk bisa ditingkatkan. Tunik berharap nasib UMKM bisa terus diperjuangkan. (ori/dre)

Editor : A. Nugroho
#kampung #umkm #pemkot #Junrejo #batu