JUNREJO - Harga jeruk makin anjlok. Kini harganya tinggal Rp 5 ribu per kilogram. Itu terjadi sejak 16 Juni lalu. Padahal 13 Juni harganya sudah sangat murah yakni Rp 6 ribu per kilogram. Alasannya lantaran stok melimpah namun permintaan yang terus turun.
Salah seorang pengepul jeruk asal Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji, Eko Rudiantono mengatakan saat ini memang sedang musim panen. Sehingga wajar bila stoknya melimpah. “Dari petani sekarang di harga Rp 5-5,5 ribu,” ujarnya.
Salah seorang Petani Jeruk dari Desa Beji, Kecamatan Junrejo, Nuriyanto mengaku harga jeruk siam masih lebih tinggi daripada jeruk keprok 55. Harga dipasar masih Rp 12-15 ribu per kilogram. Sedangkan jeruk keprok 55 harganya Rp 8-10 ribu per kilogram.
“Tergantung kualitas dari segi ukuran dan kebersihan kulit buah,” tuturnya. Harganya masih tinggi lantaran kebanyakan pedagang tidak langsung ambil dari petani. Melainkan dari pengepul. "Kalau harga dari pengepul masih Rp 7 ribu," imbuhnya.
Harga jeruk dikelompokkan berdasarkan ukuran. Untuk grade A harganya Rp 8 ribu sedangkan untuk grade B harganya Rp 6 ribu. Ia menambahkan hasil panennya dari luas lahan sekitar 2.500 meter persegi itu biasanya menghasilkan dua ton jeruk.
"Biasanya satu bulan dapat satu ton. Kalau pas sedikit ya 6-7 kuintal saja,"ucap ayah dua anak itu. Nuriyanto berharap harga jeruk bisa membaik. Sebab, tentu petani akan merugi. Sebab, harga jual saat ini hanya cukup untuk menutup biaya operasional saja. (nj5/dre)
Editor : A. Nugroho