BATU - Sopir angkutan pelajar (apel) gratis di Kota Batu harus lebih giat narik selama musim libur sekolah. Sebab, mereka tidak akan menerima gaji lantaran tak lagi antar-jemput siswa sejak 23 Juni lalu. Mereka akan kembali aktif lagi pada 14 Juli mendatang.
Libur sekolah menjadi momen yang menggembirakan bagi siswa. Namun, tidak untuk sopir apel gratis. Pasalnya, mereka akan kehilangan sumber pendapatan yang bisa diandalakan untuk sementara waktu.
Seperti yang disampaikan Ketua Jalur Apel Gratis Batu-Songgoriti David Ramadhan. Selama tiga minggu ke depan ia tak akan menerima upah Rp 117 ribu per hari. Artinya, dia harus memutar otak untuk mencari penghasilan lain.
Salah satunya dengan narik angkot untuk penumpang umum. Namun, dia menilai itu tak bisa diharapkan. Sebab, sepinya penumpang saat ini. Sudah pasti itu tak akan bisa menutup operasionalnya. “Dari gaji dari apel gratis saja kami dapatnya sudah minim,” ujarnya.
David mengaku harus menanggung biaya bahan bakar senilai Rp 50 dan setoran ke pemilik armada senilai Rp 40 ribu dalam sehari operasional apel gratis. Jadi dia hanya bisa membawa pulang Rp 27 ribu saja per harinya.
Kalau narik angkot untuk umum malah lebih parah. Bahkan sering habis untuk operasional saja. Sebab, rata-rata pendapatannya hanya Rp 50 ribu saja per hari. “Bisa dapat Rp 100 ribu tapi harus mulai pagi sampe petang,” imbuhnya.
Dia menambahkan ada alternatif lain yang bisa dilakukan selain narik angkot. Yakni menerima permintaan carter untuk rombongan wisata dan rombongan lainnya. Selebihnya, David menyebut hanya bisa pasrah menunggu sekolah masuk lagi. (ori/dre)
Editor : A. Nugroho