Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Perputaran Uang CFD Mbatu Sae Diprediksi Tembus Rp 100 Juta

Fajar Andre Setiawan • Senin, 12 Mei 2025 | 20:33 WIB
MEMBELUDAK: CFD Mbatu Sae dan Taman Hutan Bondas dipadati ribuan pengunjung kemarin pagi (11/5). (RORI DINANDA BESTARI/RADAR BATU)
MEMBELUDAK: CFD Mbatu Sae dan Taman Hutan Bondas dipadati ribuan pengunjung kemarin pagi (11/5). (RORI DINANDA BESTARI/RADAR BATU)

BATU - Angka kunjungan ke Car Free Day (CFD) Mbatu Sae membeludak.

Diperkirakan ada 1.000 orang lebih yang beraktivitas di Jalan Sultan Agung, Kelu rahan Sisir, Kecamatan Batu kemarin pagi (11/5).

Otomatis potensi perputaran uang di sana juga naik.

Yakni mencapai Rp 100 juta lebih.

Kepala Seksi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskum perindag) Kota Batu Andry Yunanto mengatakan peningkatan jumlah kunjungan di event rutin mingguan itu lantaran long weekend yang terjadi minggu ini.

“Besok (hari ini) kan libur Hari Raya Waisak sehingga lebih banyak wisatawan yang berlibur ke Kota Batu,” ujarnya.

Maka wajar jika kunjungan kemarin didominasi wisatawan dari luar kota.

Andry memperkirakan ada 1.000 kunjungan lebih.

Biasanya kunjungan CFD Mbatu Sae hanya berada di kisaran angka 800 saja.

Pengunjung tampak antusias berkumpul sejak pagi untuk mengikuti senam bersama.

Bahkan, dia menyebut banyak content creator yang juga turut terlibat di dalamnya.

Mereka tak hanya menyorot kegiatan senam bersama saja.

Melainkan juga mengulas sejumlah makanan yang dijajakan para Pedagang Kaki Lima (PKL) di area Stasion Gelora Brantas.

Salah seorang pengunjung,  Muhammad Prasetyo mengaku rutin berkunjung ke CFD setiap minggu.

Selain menikmati keramaian CFD, dia juga kerap memanfaatkan fasilitas olahraga di dalam Taman Hutan Bondas.

“Fasilitas olahraga disini cukup lengkap juga. Kombinasi yang pas dengan event CFD yang menyediakan sentra kuliner,” ungkapnya.

Sementara itu, Koordinator PKL CFD Mbatu Sae Rudi Syafi’i mengatakan rata rata omzet setiap PKL ber kisar Rp 400-500 ribu.

Jika dikalikan dengan jumlah PKL sebanyak 220, per pu taran uang yang terjadi bisa mencapai Rp 110 juta.

“Alham dulillah, semua PKL diserbu pengunjung. Apa lagi jajanan yang jual setiap PKL juga berbeda-beda,” pungkasnya. (adv/ori/dre)

Editor : Aditya Novrian
#omzet #umkm #kota batu #cfd #meningkat